Ongkos tak Naik, Pelayanan Haji Tetap Maksimal

SERANG, (KB).- Kementerian Agama (Kemenag) bersama Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI menetapkan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 2019 sebesar Rp 35.235.602. Biaya tersebut tidak mengalami kenaikan dari tahun lalu.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Seksi (Kasi) Pembinaan Haji dan Umrah Kemenag Banten Deni Rusli mengatakan, BPIH sudah ditetapkan Komisi VIII DPR RI bersama Kemenag. Namun, Keputusan Presiden (Kepres) belum keluar.

“Meski BPIH tidak naik, pelayanan kepada para jemaah haji tetap akan dimaksimalkan. Kalau haji itu harus dimaksimalkan. Pada 2018 pelayanan ibadah haji mendapatkan nilai sangat memuaskan, jadi di 2019 harus dipertahankan dan ditingkatkan,” kata Deni kepada Kabar Banten, Kamis (7/2/2019).

Ia menjelaskan, BPIH terdiri dari dua komponen yakni biaya yang dibayar langsung oleh jemaah haji (direct cost), serta biaya yang bersumber dari dana optimalisasi setoran BPIH (indirect cost).

“Direct cost tersebut hanya untuk tiket pesawat pulang dan pergi, sebagain pemondokan di Mekkah. Serta Living cost ditetapkan sebesar SAR 1.500 atau ekuivalen sebesar Rp 5.680.005, yang akan diserahkan kembali kepada jemaah haji dan Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD) dengan mata uang SAR,” ujarnya.

Ia mengatakan, jika BPIH yang dibayarkan oleh jemaah haji hanya digunakan untuk membiayai dua tiket dan living cost, berarti komponen lainnya dibiayai oleh dana optimalisasi. Biaya tersebut untuk keperluan selama menjalankan ibadah haji.

“Kebutuhan seperti layanan pembinaan dan asrama haji, General Service Fee (GSF) di Arab Saudi. Asuransi, transportasi darat di Arab Saudi dan seluruh akomodasi di Mekkah dan Madinah. Termasuk katering seluruhnya dibiayai menggunakan dana optimalisasi setoran BPIH, yang sudah disetorkan awal dan dikelola pemerintah,” tuturnya. (DE/YA)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here