Omzet Pedagang Pasar di Banten Menurun

Babar Suharso, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Banten.*

SERANG, (KB).- Sejumlah pedagang pasar di Banten mulai mengalami penurunan omzet belakangan ini. Hal itu terjadi akibat mulai menurunnya tingkat permintaan dari restoran yang berpengaruh terhadap menurunnya tingkat pembelian semenjak virus corona (Covid-19) masuk ke Provinsi Banten.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Banten Babar Suharso mengatakan, dengan adanya penurunan permintaan dari restoran, pedagang di pasar hanya mengandalkan pembelian dari rumah tangga.

“Kalau harga kelihatan justru pedagang mengeluhkan omzet menurun, walaupun harga tinggi pembelian berkurang. Warung makan itu omzet berkurang jadi belanja ke pasar juga berkurang,” katanya saat dihubungi wartawan melalui sambungan seluler, Ahad (29/3/2020).

Penurunan tingkat pembelian dari restoran berdampak pada penurunan harga sejumlah kebutuhan pokok.

“Kelihatannya justru cenderung turun cabai bawang merah, ayam telur sempat naik tapi turun lagi karena kebutuhan resto menurun. Pasar juga mau menaikkan harga bagaimana pembelinya jarang,” ujarnya.

Adapun harga yang cenderung mengalami kenaikan hanya gula pasir dan bawang bombay. Kenaikan disebabkan keterlambatan pasokan impor dan musim panen yang belum berlangsung. Akan tetapi, ia memprediksi kenaikan itu tak akan berlangsung lama karena pasokan dan masa panen akan mulai normal pada April 2020.

“Gula pasir ada sih ada tapi enggak banyak sehingga harganya mahal. Rp 18.000 per kilo, biasanya dibawah Rp 13.000. Bawang bombay itu langka enggak tahu ini mungkin karena belum panen saja. Karena kan impor sebagian besar karena siklus panen saja, karena cuaca kalau itu,” ujarnya.

Untuk menjaga kestabilan tingkat pembelian masyarakat, pihaknya bersama pengelola pasar mengembangkan belanjar online. Beberapa yang sudah berjalan antara lain di Pasar Rau Kota Serang, pasar induk di Kota Cilegon, pasar modern, dan pasar induk di wilayah Tangerang.

“Masyarakat tak perlu ke pasar, pesannya via online. Ada aplikasi, ada juga yang grup via WA pemesanannya,” ucapnya.

Sebelumnya, Gubernur Banten Wahidin Halim mengatakan, pemprov terus melakukan pemantauan terkait ketersediaan bahan pokok di pasaran. Pihaknya juga selalu berkoordinasi dengan Bulog untuk mengantisipasi terjadinya kelangkaan.

”Tentunya Disperindag memantau, apabila ada yang sengaja diprovokasi untuk memborong kita undang pihak kepolisian untuk yang menimbun barang,” tuturnya. (SN)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here