Oktober 2019, KPM di Kabupaten Lebak Belum Terima BPNT

LEBAK, (KB).- Sejumlah masyarakat Keluarga Penerima Manfaat (KPM) program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) mempertanyakan anggaran bantuan sebesar Rp 110.000 untuk bulan Oktober 2019 ini tidak kunjung masuk ke rekening masing-masing KPM.

Wawan, PKM warga Kampung Empang, Kelurahan Muhara Ciujung Barat, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak mengatakan, biasanya bantuan beras melalui program BPNT ini sudah diterima dan masuk ke rekening pribadinya setiap tanggal 10. Namun, sudah mau masuk pekan ketiga bulan Oktober ini dana bantuan belum juga diterimanya.

“Saya sudah menanyakan berulang kali ke agen penyalur Bansos BPNT, mereka juga tidak tahu kenapa hanya sebagian KPM yang baru masuk,” kata Wawan, kepada Kabar Banten, Selasa (15/10/2019).

Senada dikatakan, Parlan penerima Program BPNT lainnya, pihaknya tidak mengerti kenapa bantuan yang masuk melalui rekening masing-masing KPM tidak menyeluruh. Padahal sebelumnya tidak seperti ini.

“Kami tidak mempermasalahkan agen Bansos, karena mereka tugasnya hanya menyakurkan bantuan yang mereka terima saja, namun tidak ada lagi tempat kami bertanya selain ke agen Bansos,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Lebak, Eka Darmana Putra saat ditemui diruang kerjanya membenarkan bahwa program BPNT untuk bulan Oktober 2019 ini sedang ada perbaikan sistem administrasi dari pihak Kementerian sosial RI. Sehingga, ada sebagian KPM di Lebak ini kuota bantuan senilai Rp 110.000 belum masuk rekening. Sehingga, para agen Bansos atau E-warung belum bisa melakukan transaksi.

“Kami harap masyarakat penerima bantuan jangan resah atau kuatir, karena ini hanya keterlambatan saja karena sistem sedang dalam perbaikan,” terang Eka.

Eka berharap, program BPNT ini tidak ada masalah, baik dalam penyaluran atau pun kualitas beras. Karena, jika dua hal tersebut bermasalah, akan berdampak pada program bantuan selanjutnya. Jika tidak ada kendala, program BPNT untuk tahun 2020 akan ada penambahan saldo, yang awalnya hanya Rp 110.000, di tahun 2020 akan ditambah menjadi Rp 150.000.

“KPM nanti menerima bantuan bukan saja hanya beras, melainkan juga komoditi lainnya dari pemerintah yang disalurkan melalui agen Bansos yang telah ditunjuk,” ujar Eka. (Lugay)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here