Oknum Satpol PP Diduga Langgar Perda Miras, ‘Tank Panser’ Gelar Unjuk Rasa

PANDEGLANG, (KB).- Massa yang tergabung dalam koalisi Ormas Tank Panser Banten menggelar unjuk rasa menyampaikan aspirasi soal pelanggaran penegakan perda tentang miras yang diduga dilakukan oleh oknum Satpol PP Pandeglang, di luar pintu Gerbang Pendopo Pandeglang, Selasa (10/12/2019) pukul 13.00 WIB.

Dalam orasinya, massa juga mengkritik oknum Satpol PP Pandeglang sebagai aparat penegak perda, malah melanggar perda larangan minuman keras. Tidak tanggung-tanggung, massa menyebut ada tiga oknum Satpol PP yang diduga menjualbelikan miras hasil sitaan. Padahal miras sitaan seharusnya dimusnahkan malah barang haram itu diperjualbelikan.

Selain itu, massa membagikan selebaran berisi beberapa poin yang disampaikan dalam orasi. Selebaran itu memuat aspirasi bermakna sindiran kepada aparat penegak perda yang bertuliskan “Salam Sebotol Miras Buat Satpol PP Pandeglang”.

“Kami minta sanksi oknum yang diduga menjualbelikan miras. Sebab, perbuatan itu telah menodai marwah Satpol PP sebagai aparat penegak perda miras,” kata Moch. C Sanusi.

Bantah keras

Sementara itu Plt Kasatpol PP Pandeglang Ali Fahmi Sumanta membantah keras dan tidak terima dengan apa yang ditudingkan para demonstran. Sebab, pihaknya telah mengklarifikasi dan pemanggilan beberapa orang yang dituding.

“Saya tidak terima, kami kan sudah klarifikasi dan tidak ada yang mengaku dan memang barang bukti itu sudah dimusnahkan pada bulan April lalu. Barang bukti hasil operasi kemarin di Sobang dan Pandeglang itu, kita ada barang buktinya. Itu mah yang dulu, sementara berita acara sudah ada pemusnahan, jadi yang bersangkutan sudah kita lakukan denda pidana kalau tidak salah dalam berita acaranya,” ucapnya.

Menurut dia, para demonstran tidak nyaman dengan giat yang dilakukan Satpol PP. Selain itu, Satpol PP mengajak untuk melakukan pengujian materi terhadap tudingan yang disampaikan para demonstran. Sebab dirinya memegang data dan fakta.

“Ini kan sengaja mungkin melihat perkembangan kita melakukan giat operasi kembali lagi. Mereka tidak terima dengan hal itu, silakan saja mereka mau menuding apapun hak mereka. Tapi intinya mari kita uji kalau mau, itu kan sepihak. Masa saksinya dari orang yang bersangkutan, orang yang menjual miras dijadikan saksi, yang jelas beberapa orang yang menurut mereka melakukan hal itu sudah kita panggil dan tidak terbukti. Kan harus jelas dulu jualnya berapa, berapa botol yang dijual, masa nanas makan nanas, kita punya data dan fakta mau pidana apapun juga,” tuturnya. (Ade Taufik/EM)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here