Oknum Polisi Terkena OTT

SERANG, (KB).- Seorang oknum polisi berinisial AY, terancam harus melepas baju kedinasannya lebih awal. Pria berpangkat brigadir yang bertugas di Polresta Tangerang itu ditangkap Subbidpaminal Bidpropam Polda Banten dalam operasi tangkap tangan (OTT), Kamis (14/2/2019) sekitar pukul 22.40 WIB.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, AY ditangkap karena diduga telah membebaskan seorang tersangka yang tersangkut kasus penadahan di Mapolsek Pasar Kemis, Tangerang. Ironisnya, proses pembebasan tersebut dilakukan AY setelah dia mendapatkan imbalan uang Rp 40 juta dari keluarga tersangka.

“Iya, betul. Ada operasi tangkap tangan yang kami lakukan atas dugaan seorang polisi yang diduga membantu membebaskan seseorang yang dilaporkan atas tindak pidana,” kata Kabid Humas Polda Banten AKBP Edy Sumardi, Jumat (15/2/2019).

Penangkapan oknum polisi itu bermula ketika AY yang juga merangkap menjadi penyidik diduga telah membebaskan seorang tersangka yang telah ditahan di Mapoldek Pasar Kemis. Sebelum membebaskan tersangka tersebut, AY sudah meminta uang jaminan kepada keluarga tersangka sebesar Rp 70 juta.

Namun setelah adanya negosiasi antara oknum polisi itu dengan keluarga korban, kedua belah pihak sepakat uang jaminan tersebut turun menjadi Rp 40 juta. Uang itu kemudian dibawa langsung pihak keluarga kepada AY untuk diserahkan sebagai jaminan pembebasan.

Sialnya, tak lama setelah melakukan transaksi, AY diciduk Subbidpaminal Bidpropam Polda Banten. Dari tangan oknum polisi tersebut, uang transaksi diamankan secara utuh setelah disimpan AY di dalam kardus tepat di bawah meja kerjanya.

“Penangkapan ini sebagai upaya kami melakukan bersih-bersih dan penegakan disiplin di lingkungan internal kepolisian. Sementara kasusnya masih didalami lebih lanjut sama petugas,” ujar Edy.

Kabidpropam Polda Banten AKBP Yulianus Yulianto mengatakan, perkara ini sedang didalami oleh Bidpropam Polda Banten. Oknum polisi tersebut juga sudah diamankan di Mapolda Banten untuk dilakukan proses penyelidikan terkait adanya dugaan penyalahgunaan wewenang.

“Jika suatu saat terbukti bahwa yang bersangkutan melakukan pelanggaran, maka akan dilakukan sanksi penindakan bahkan sampai dengan pemecatan melalui sidang kode etik profesi,” katanya. (Rifat Alhamidi/SJ)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here