Senin, 23 Juli 2018

Oknum Polisi Rampok SPBU Ciceri

Seorang oknum anggota Polres Serang Kota dilaporkan merampok Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Ciceri, di Jalan Jenderal Soedirman, Kelurahan Sumur Pecung, Kecamatan/Kota Serang, Senin (30/4/2018) dini hari. Oknum polisi berpangkat Brigadir dengan inisial ES tersebut menggasak uang Rp 150 juta.

Informasi yang dihimpun, aksi perampokan di SPBU yang dilakukan oleh oknum polisi berpangkat brigadir itu dilakukan seorang diri. Pelaku datang ke lokasi menggunakan minibus Honda Freed berwarna putih. Sebelum melakukan aksinya, pelaku mendatangi SPBU dengan menumpang toilet umum. Beberapa menit kemudian, pelaku mendatangi kantor SBPU dan langsung menggedor pintu kantor sambil mengaku anggota dari Polres Serang Kota.

Saat pintu dibuka, pelaku langsung mencekik seorang karyawan SPBU dan menodongkan botol kaca yang dia ambil di atas meja. Tanpa basa-basi, pelaku langsung meminta pegawai tersebut untuk menunjukkan lokasi brankas. Takut dengan ancaman, korban menuruti perintah pelaku dengan mengantarnya ke brankas.

Di depan brankas tersebut korban dipaksa untuk membukanya. Saat brankas terbuka seluruh uang dipindahkan ke dalam tas milik korban. Selanjutnya tas berisi uang tunai sebesar Rp 150 juta tersebut dibawa kabur. Saat pelaku akan meninggalkan lokasi, korban sempat mengejar sambil memukul kaca mobil dan meneriakinya. Warga sekitar yang menyaksikan kejadian tersebut sempat melempari mobil pelaku.

Petugas parkir depan SPBU Ciceri, Yahya mengatakan, saat kejadian dirinya sedang duduk didepan SPBU. “Dia (pelaku) keluar dari toilet umum, terus masuk ke kantor. Enggak lama petugas berteriak maling ke arah mobil warna putih. Saya juga sempat melempar mobil itu pakai batu,” katanya, Selasa (1/5/2018). Menurut Yahya, dia melihat muka pelaku perampokan SPBU Ciceri tersebut. Dalam kejadian itu, pelaku hanya seorang diri tidak ada orang lain didalam mobil pelaku. “Iya betul dia (saat ditunjukkan foto pelaku),” ucapnya.

Pimpinan SPBU Ciceri, Nadir mengatakan, belum mengetahui secara detail kronologis perampokan tersebut. Saat kejadian dia sedang berada di luar kota. “Saat kejadian, saya lagi di Jakarta, dan baru kembali ke kantor, Senin (30/4/2018) siang. Jadi enggak tau persis kejadiannya,” ujarnya.

Terlapor diperiksa

Kapolres Serang Kota, AKBP Komarudin telah menerima laporan kasus perampokan tersebut. Petugas, kata dia, telah mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa saksi. “Masih lidik (penyelidikan). Terima laporannya sudah,” kata Kapolres.

Berdasarkan pemeriksaan terhadap korban, petugas hanya mendapat petunjuk berupa bentuk fisik dan kendaraan yang digunakan. Dari petunjuk tersebut, penyelidiknya melakukan pemeriksaan terhadap terlapor yang dicurigai sebagai pelaku. “Masih kami dalami (terlapor adalah pelaku), tapi mengarah kesana (pelaku). Dia (terlapor) ditanya saat kejadian sedang berada dimana, alibinya apa (terlapor),” ucap Kapolres.

Ia menegaskan, tidak akan tebang pilih dalam penegakan hukum. Siapapun pelaku kejahatan akan diproses hukum. “Siapapun itu. Mau polisi mau aparat diproses (hukum). Saya tegas terhadap anggota dan tidak ada yang saya ditutupi,” kata Kapolres.

Ia tidak akan membela terhadap anggota yang melakukan perbuatan melawan hukum. Apabila ada anggotanya melakukan tindak pidana maka harus siap dengan konsekuensinya. “Kalau salah harus dipertanggungjawabkan perbuatannya. Sebab bukan dia saja yang dirugikan, institusi (Polri) juga dirugikan. Oleh karena itu, sikap saya tegas terlepas siapapun itu akan saya proses,” tutur Kapolres. (Fahmi Sa’i)*


Sekilas Info

Sungai Ciujung dan Cidurian Kembali Menghitam, Warga Ancam Demo

SERANG, (KB).- Dua aliran sungai besar di wilayah Serang utara yakni Sungai Ciujung dan Cidurian yang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *