Oknum BNN Peras dan Pukuli Warga Sepatan

TANGERANG, (KB).- Oknum Badan Narkotika Nasional (BNN) mengaku-ngaku sebagai polisi dan memanfaatkan profesi fiktif tersebut, untuk memeras dan memukuli warga Sepatan, Kabupaten Tangerang. Empat oknum yang menyamar sebagai polisi tersebut, di antaranya berinisial AS (37), AR (27), ES (50), dan M (35).

Mereka menganiaya Mansyur (30) dan Kife (36) hingga mengalami luka memar di sekujur tubuhnya. Bahkan, pelaku sempat memborgol tangan, menodongkan pistol, serta menuduh korban dengan dalih telah bermain judi koprok, kemudian memeras warga Sepatan tersebut.

Kapolres Metro Tangerang, Kombes Pol Harry Kurniawan menjelaskan, insiden yang terjadi pada Selasa (19/6/2018) tersebut, berawal ketika korban sedang asyik berdiskusi sambil minum kopi di Kampung Malang, Desa Gempolsari, Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang. Kemudian, tiba-tiba saja kegaduhan menggeluti suasana diskusi tersebut, bahwa beberapa orang berlarian menuju tempat korban serta diiringi suara letusan senjata.

“Tak lama kemudian datang lima orang para pelaku yang mengaku sebagai polisi dari Tigaraksa, bahwa menuduh korban merupakan orang yang melarikan diri, karena digerebek oleh para pelaku saat bermain judi koprok,” katanya, Jumat (22/6/2018).

Menurut dia, insiden yang terjadi sekitar pukul 20.00 WIB tersebut kemudian para pelaku juga langsung memborgol tangan korban dan membawanya berputar-putar ke daerah Tangerang menggunakan mobil pelaku. “Kedua korban saat berada dalam perjalanan dipukuli oleh para pelaku,” ujarnya.

Namun, setibanya di Danau Kotabumi Tangerang, para pelaku menurunkan korban dan memisahkannya. Para pelaku kembali menganiaya korban dan menodong kepala keduanya dengan pistol jenis revolver. Pada kesempatan tersebut, jelas dia, pelaku mengajak korban untuk berdamai dengan alasan harus menyanggupi uang sebesar Rp 5 juta.

“Pada persiapan menerima uang tersebut, keempat tersangka berpindah-pindah dan pada saat itu keluarga korban melaporkan kepada Polres Metro Tangerang,” ucapnya. Keluarga korban dan pelaku juga membuat kesepakatan bersama untuk persiapan penerimaan uang tersebut dan disepakati kedua belah pihak untuk bertemu di Ruko Desa Cadas, Kabupaten Tangerang.

Kasat Reskrim Polres Metro Tangerang, AKBP Deddy Supriyadi menambahkan, ketika itu para pelaku beserta barang bukti langsung diamankan. Pihaknya juga menindak tegas salah satu pelaku, karena mencoba melakukan perlawanan saat hendak ditangkap. Pada saat dilakukan penangkapan di TKP, pelaku sempat melakukan perlawanan kepada petugas dan kami lumpuhkan, kami tembak kakinya. Saat ini sedang dirawat di Rumah Sakit Polri dengan luka di betis kanan,” tuturnya.

Atas perbuatannya, para pelaku terancam Pasal 170 KUHP dan UU Darurat Tahun 1951, karena tidak memiliki hak mempunyai senjata api serta bersama-sama melakukan tindak kekerasan atau pengeroyokan. “Ancaman hukumannya 20 tahun penjara,” katanya. (DA)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here