Oknum Aparatur Desa di Menes Kena OTT

PANDEGLANG, (KB).- Tim Saber Pungli Polda Banten diduga melakukan operasi tangkap tangan atau OTT terhadap sejumlah oknum aparatur desa di wilayah Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang, Jumat (27/10/2017). Sekitar lima oknum aparatur desa yang dikabarkan kena OTT itu, adalah tiga orang dari Desa Kananga dan dua lainnya dari Desa Sukamanah.

Menurut informasi, mereka yang terkena OTT diduga sedang melakukan transaksi pungli pada Program Pendaftaraan Tanah Sistematis Lengkap (PTSL). Kepala Desa (Kades) Kananga, Ofa Sofazamzami membenarkan ada tiga aparatur desanya yang terkena OTT Tim Saber pungli Polda Banten.

Menurutnya, kasus OTT yang menerpa tiga aparaturnya itu terkait program PTSL. Sampai saat ini dia sedang koordinasi dengan Polda Banten untuk memperjelas kasus yang dialami tiga aparaturnya.
”Iya betul yang dibawa itu Has, IM, dan Sep. Ketiga orang itu yang mengurusi PTSL. Tadi juga hasil konfirmasi, saya pun sama akan dimintai keterangan oleh Polda Banten,” kata Ofa saat dihubungi melalui telepon genggamnya, Jumat (27/10/2017).

Camat Menes, Suparta Wijaya belum bisa memberikan keterangan soal lima aparatur desa di wilayahnya yang terkena OTT oleh Tim Saber pungli. Terkait kasus pembuatan sertifikat tanah tersebut, pihaknya juga belum mengetahui lebih jelas persoalannya. ”Saya gak bisa berkomentar, belum tahu secara jelas kasusnya, karena belum ada laporan,” ujarnya.

Sementara itu, Wakapolres Pandeglang, Kompol Nu Rahman enggan memberikan keterangan lebih jelas terkait OTT aparatur desa di Menes. Dengan alasan kasus itu ditangani Polda Banten. ”Iya memang infonya benar. Hasil laporan barang bukti yang disita petugas berupa uang tunai senilai Rp 200.000, mungkin kasusnya sedang berproses,” ucapnya.

Kabag Humas Polda Banten, AKBP Zaenudin belum mendapatkan laporan dari Tim Saber pungli. Karena, kata dia, sehabis apel dirinya langsung menghadiri acara IJTI di Serang. ”Belum ada laporan, ini juga saya baru keluar dari hotel menghadiri acara IJTI. Bisa jadi, sedang ditangani oleh Tim Saber Pungli. Nanti dihubungi lagi kalau sudah ada laporan,” tutur Zaenudin.

Pjs Kades Sukamanah, Kecamatan Menes, Haerulhamsyah membenarkan dua aparaturnya kena OTT Polda Banten saat melakukan transaksi pembayaran PTSL di kantor desa dengan besaran uang Rp 200.000. Menurutnya, pungli yang dilakukan aparaturnya karena kebingungan tidak ada biaya untuk pengukuran tanah.

”Kalau dari pemerintah memang program itu gratis. Akan tetapi, kenyataan di lapangan membutuhkan dana. Itu yang menjadi kendala, saya juga bingung. Karena kalau tidak ada uang tidak akan jalan, seperti mau membuat patok. Anggarannya saya tidak tau. Tidak begitu jelas dari BPN-nya juga,” ucapnya. (IF)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here