ODGJ Dapat Kartu JKN-KIS

SERANG, (KB).- Pihak Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Serang mengungkapkan bahwa Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Kabupaten Serang juga diberikan kartu Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). Hal itu dilakukan untuk membantu penyembuhan mereka.

Kepala Seksi (Kasi) Penyandang Disabilitas Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Serang Eha Farihah mengatakan, dinsos menerima banyak laporan warga yang meminta pihaknya membuatkan kartu JKN-KIS untuk ODGJ yang dilaporkan. Kartu tersebut digunakan untuk membantu penyembuhan ODGJ. Sehingga dalam pembuatannya dinsos bekerjasama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

“Untuk membantu penyembuhan, kami memberikan kartu JKN-KIS untuk ODGJ di Kabupaten Serang,” kata Eha kepada wartawan, Rabu (2/10/2019).

Namun, untuk jumlah total berapa ODGJ yang menerima JKN-KIS, kata Eha, pihaknya belum merekap keseluruhan. Selain menerima laporan dari warga, pihaknya juga meminta pendamping di kecamatan untuk memberikan laporan atau bantuan jika ada ODGJ yang membutuhkan kartu JKN-KIS. Kartu ini dapat digunakan untuk mendapatkan obat yang wajib dikonsumsi oleh mereka.

“Sebenarnya kami kan menanganinya yang eks ODGJ atau yang sudah sembuh. Lalu kami berikan bantuan untuk membuka usaha. Tapi tetap kalau ada yang mau melapor kami terima,” ujarnya.

Sementara, Operator BPJS Kesehatan Anggi mengatakan, sejauh ini pihaknya telah membuatkan kartu JKN-KIS bagi ODGJ yang ada di Kabupaten Serang. Rata-rata warga datang ke dinsos melaporkan untuk dibuatkan kartu JKN-KIS bagi ODGJ yang merupakan saudara atau kerabatnya.

Namun dalam pembuatannya tidak cepat, sebab untuk mengumpulkan data yang dimiliki ODGJ cukup sulit. “Paling lama itu dua bulan selesai. Harus ada Kartu Keluarga (KK) dan lainnya,” katanya.

Dia mengatakan, selama ini untuk ODGJ yang berkeliaran jarang memiliki JKN-KIS. Sebab mayoritas yang dibuatkan adalah eks ODGJ maupun ODGJ yang tinggal dirumah atau memiliki keluarga.

“Kalau yang berkeliaran itu jarang memiliki JKN-KIS. Paling keluarga dekatnya kalau ada yang mengalami gangguan jiwa minta dibuatkan kartu itu,” tuturnya. (TM)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here