Nunggak Rp 12 Miliar, RSUD Kota Tangerang Tagih BPJS Kesehatan

TANGERANG, (KB).- Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) disebut menunggak pembayaran kepada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Tangerang sebesar Rp 12 miliar. “Utang BPJS kepada RSUD Kota Tangerang ada sekitar Rp 12 miliar,” kata Direktur Utama RSUD Kota Tangerang dr Henny Herlina, Ahad (20/10/2019).

Ia mengatakan, tunggakan BPJS yang mencapai miliaran tersebut, terhitung sejak Januari hingga September 2019. “Inilah BPJS sekarang, ya. Terhambat bayarnya,” ujarnya.

Ia mengeklaim, pihaknya telah melayangkan surat ke penagihan ihwal tunggakan tersebut ke BPJS. Namun, hingga saat ini, pihaknya belum mendapat tanggapan. “Sudah, sudah (ditagih). Sampai sekarang masih belum ada feedback-nya,” ucap mantan Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Tangerang tersebut.

Ia mengatakan, ada sekitar 95 persen pasien yang berobat di RSUD Kota Tangerang menggunakan BPJS, sehingga angka tagihan biayanya cukup tinggi.

Ia menyebutkan, bahwa tunggakan tersebut, berdampak pada gangguan operasional rumah sakit. Namun begitu, pihaknya masih bisa mengatasi. “Kami sementara ini masih bisa (atasi), mudah-mudahan ke depannya tidak (nunggak),” tuturnya.

Namun demikian, RSUD Kota Tangerang tetap akan meningkatkan pelayanan secara paripurna kepada masyarakat dan pasiennya. Bahkan, rumah sakit yang saat ini masih kelas C ditargetkan naik kelas pada Agustus 2020 menjadi tipe B. “Untuk pelayanan, kami sudah layaknya kelas B,” katanya.

Ia mengungkapkan pada 2017 kemarin, rumah sakit yang berada di jantung Kota Tangerang tersebut, meraih predikat paripurna. Selain ditargetkan naik kelas, dia berharap, pada 2020 nanti juga, predikat paripurna dapat kembali diraih.

Ia menjelaskan, RSUD Kota Tangerang saat ini dilengkapi sarana penunjang yang memadai untuk aktivitas pelayanan bagi pasien. Ada sebanyak 23 layanan poliklinik rawat jalan yang dilengkapi fasilitas alat kesehatan, seperti EKG, USG 4 dimensi, ecochardiografi, treadmill jantung, hingga audiometri. “Secara alat dan spesialis, kami sudah kelas B,” ujarnya.

Adapun rawat inap di rumah sakit berlabel syariah tersebut, total berjumlah 152 tempat tidur dengan jenis nonkelas yang dilengkapi fasilitas memadai, sedangkan ruang intensif berjumlah 16 tempat tidur, terdiri atas 4 ruang ICU, 7 ruang HCU, 2 ruang PICU , dan 3 ruang NICU. “Kami akan kembangkan dengan penambahan 10 ruang intensif,” ucapnya.

Tak hanya dokter umum, dia menambahkan, RSUD Kota Tangerang juga memiliki 4 dokter kebidanan dan kandungan yang dapat menekan angka kematian ibu hamil. (DA)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here