Selasa, 16 Oktober 2018

Nunggak Bank Rp 280 Juta, Rumah Makan Syamun Dieksekusi

PANDEGLANG, (KB).- Pengadilan Negeri (PN) Pandeglang mengeksekusi rumah makan (RM) milik Syamun bin Danuri, di Kampung Soledeng RT 04/RW 11, Desa Panimbang Jaya, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Kamis (15/2/2018). Rumah makan seluas 726 M2 tersebut, dieksekusi karena memiliki tunggakan ke BPTPN sebesar Rp 280 juta.

Eksekusi dilakukan berdasarkan surat penetapan Kepala Pengadilan Negeri Pandeglang Nomor : 02.PEN. Eks HT / 2017 / Pn.pdg/ tertanggal 8 Januari 2018 tentang penetapan eksekusi dengan pemenang lelang saudara Ngadiono. Bertindak selaku penanggung jawab eksekusi, Syafrizal SH (Kepala PN Pandeglang).

Eksekusi bangunan dan pengosongan lahan tersebut mendapat penjagaan ketat dari aparat kepolisian Polres Pandeglang dan Polsek setempat.Hadir di lokasi eksekusi Kabag Ops Polres Pandeglang, Kompol Winarno, Kasat Intelkam AKP Sutoyo, Kasat Sabhara AKP Suyana, dan Juru Sita PN Pandeglang Dwi Darmaji. Pelaksanaan eksekusi dihadiri Camat Panimbang Suaedi Kurdiatna, Kapolsek Panimbang AKP L Wahyu Bintoro dan dari Koramil Panimbang.

Panitra PN Pandeglang, Sabda Siregar mengatakan, pemilik RM, Samun ini adalah penerima tanggungan dari pihak BTPN. Hasil lelangnya diputuskan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL). Sehingga dalam hal ini, PN Pandeglang hanya melaksanakan perintah atas dasar putusan yang sudah ditetapkan. “Ini adalah hak tanggungan demi keadilan berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Jadi tidak ada lagi yang namanya sidang atau pemanggilan atas nama pemilik tunggakan,” kata panitera PN Pandeglang, Sabda Siregar, usai eksekusi RM di Panimbang.

Menurut dia, PN hanya melaksanakan tugas mengeksekusi dan pengosongan tempat tersebut. Karena pemilik RM ini sudah diberikan surat teguran atau pemeberitahuan untuk segera mengosongkan tempatnya. Tetapi pemilik lahan tidak pernah menggubris surat perintah dari PN. Akhirnya dengan terpaksa atas perintah kepala pengadilan dan putusan pengadilan, maka dilakukan eksekusi. “Kami sebagai panitera, mengeksekusi lahan seluas 726 meter persegi,” katanya.

Sementara itu, pemilik rumah makan Syamun mempersilakan pengadilan untuk mengeksekusi RM miliknya. Namun, dia akan melakukan banding soal sengketa tunggakannya ke bank sebesar Rp 280 juta. “Saya menghargai eksekusi ini. Tetapi nanti, saya akan banding dan saya akan minta keadilan sebagai warga negara Indonesia. Karena hal ini saya anggap ada keganjilan. Hasil lelang berapa nilainya, saya tidak pernah tahu. Tiba-tiba ada surat menyatakan tanah saya sudah dilelang pihak bank yang dimenangkan oleh Ngadiono,” ucapnya. (IF)***


Sekilas Info

Kecewa dengan Rekrutmen CASN, Ribuan Honorer Pemkab Pandeglang Mogok Kerja

PANDEGLANG, (KB).- ‎Ribuan tenaga honorer yang tersebar sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Pandeglang mogok kerja …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *