Novrika Kusuma Ramadhianti: Enjoy Latihan Mandiri

Novrika Kusuma Ramadhianti, atlet Taekwondo Indonesia asal Banten.*

Hampir dua bulan seluruh atlet di dunia termasuk di Indonesia menerapkan sistem latihan mandiri atau berlatih di rumahnya masing-masing. Begitupun dengan Novrika Kusuma Ramadhianti, atlet Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) taekwondo. Namun, dirinya dalam latihan mandiri selalu enjoy.

Gadis kelahiran Kota Tangerang Selatan yang turun di kelas kyurugi nomor U-49 kg tersebut mengatakan, walaupun kegiatan rutinnya saat ini hanya seputar latihan, video call via aplikasi zoom, diberikan materi, tapi dirinya tidak pernah merasa bosan, bahkan tetap asyik menjalaninya.

“Coach saya Vino Indra setiap hari selalu mengontrol via online. Pagi khusus fisik, penguatan dan speed. Sore, tendangan, pukulan dan teknik. Muter disitu saja sih saat ini, tapi santai kok,” ucapnya, Ahad (10/5/2020).

Novrika mengungkapkan, kegiatan sehari-harinya di dalam latihan mandiri tak lepas dari kata push up, sit up, dan sikap lilin.

“Kalau kata coach mah ini berguna untuk penguatan dan speed, angkat lutut tinggi, kemudian lari di tempat, maju mundur, kanan kiri. Atau lari sambil mendorong tembok karena memanfaatkan space atau ruang yang ada. Terakhir sih latihan menahan untuk bloking, nendang gak pakai target. Jadi shadow fight pakai visualisasi, bukan target seperti samsak,” ujarnya.

Saking enjoynya berlatih, Novrika bahkan sempat sesekali lupa bahwa dirinya masih menyandang status sebagai siswa di Sekolah Menengah Atas (SMA) 3 Kota Serang.

“Kan sebelum di Pelatnas saya juga lulusan dari asrama atlet Pusat Pembinaan dan Latihan Pelajar (PPLP), jadi saya sudah terbiasa latihan dibanding sekolah formal. Walaupun pihak sekolah memaklumi, tapi tugas sekolah saya tetap dikerjakan kok,” ujar wanita juara 1 Banten Open 2019.

Walaupun ia menjalaninya dengan enjoy dan ceria, Novrika masih ingin berharap bisa cepat selesai, kembali latihan bersama rekan seperjuangannya.

“Karena latihan seperti ini ada efektifnya, ada enggaknya. Ya bosen mah sedikit ajah, karena gak akan berubah kalau saya sedih juga. Gak ada try out, try in batal, latihan tanpa partner. Sedihnya sih iya, tapi kalau itu yang terbaik demi menyelamatkan nyawa manusia dari rantai wabah virus corona. Terutama di kalangan atlet Indonesia. Tak apa, biar gak percuma,” tuturnya. (Azzam/Yandri)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here