Nilai Investasi di Kabupaten Lebak Belum Capai Target

LEBAK, (KB).- Nilai investasi di Kabupaten Lebak pada triwulan pertama Januari-Maret 2019 belum mencapai target. Berdasarkan laporan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), capaian investasi baru terealisasi sekitar Rp121.675.600.000.

“Meski target triwulan pertama tidak tercapai Rp250.000.000.000. Namun, target triwulan kedua bisa terealisasi Rp 500.000.000.000,” kata Kepala Bidang Pengendalian, Pelaksanaan, Penanaman Modal dan Informasi Penanaman Modal Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Lebak, Erdy, Kamis (11/7/2019).

Menurutnya, Kabupaten Lebak memiliki keunggulan, diantaranya harga tanah relatif murah. Selain itu juga Upah Minimum Kabupaten (UMK) relatif kecil dibandingkan Tangerang dan Cilegon. Pemerintah daerah juga mempermudah proses perizinan usaha juga memberikan insentif kepada investor yang menanamkan modalnya di Lebak.

“Begitu juga Kabupaten Lebak sebagai daerah penyangga Ibu kota Negara DKI Jakarta juga mudah akses lalu lintas. Mereka para investor melirik Kabupaten Lebak karena masuk daerah aman dan kondusif,” ujarnya.

Karena itu, pihaknya yakin ke depan Lebak akan dibanjiri investor dengan adanya pengembangan Kota Maja Baru. Kehadiran investasi itu mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penyerapan lapangan pekerjaan.

Pihaknya mengapresiasi nilai investasi triwulan pertama mencapai Rp121.675.600.000 terdiri dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) Rp46.100.000, Penanaman Modal Asing (PMA) Rp90.604.500.000 dan PMDN Non-Fasilitas Rp31.025.000.000.

Dengan demikian, nilai total investasi di Kabupaten Lebak sejak tahun 2018 sampai triwulan pertama 2019 mencapai Rp21.333.930.799.574 terdiri dari PMDN Rp2.043.535.640.677, PMA Rp10.048.801.973.665 dan PMDN Non Fasilitas Rp9.241.593.185.231.

“Pemerintah daerah mendorong agar Kabupaten Lebak menjadikan daerah investasi baik nasional maupun mancanegara,” katanya.

Potensi kekayaan sumber daya alam (SDA) di daerah ini cukup melimpah di sektor pariwisata, pertanian, perkebunan, perikanan dan pertambangan. Selama ini, Kata Dia, investor memberikan sumbangan terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat, penyerapan lapangan pekerjaan, dan pendapatan asli daerah (PAD).

“Kami berharap investasi di Lebak itu bermuara pada kesejahteraan kepada masyarakat,” katanya. (ND)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here