Nilai Indeks Zakat Nasional Banten Capai Kategori Baik

SERANG, (KB).- Nilai Indeks Zakat Nasional (IZN) Provinsi  Banten tahun 2018 sudah mencapai kategori baik, dengan nilai IZN 0,66. Dengan nilai sebesar itu, Provinsi Banten berhasil menempati urutan 10 besar IZN tertinggi, yakni peringkat ke-7 se-Indonesia.

Demikian dikatakan Peneliti Senior Pusat Kajian Strategis (Puskas) Baznas RI Abdul Aziz Yahya Saoqi saat menjadi pemateri pada acara “Pelatihan dan Pengisian IZN dengan Aplikasi” di Ruang Rapat LPTQ Provinsi Banten, Kamis, (11/7/2019).

Kegiatan yang digelar Baznas Provinsi Banten Puskas Baznas RI itu diikuti 36 amil. Mereka perwakilan dari Baznas Banten dan Baznas Kabupaten/Kota se-provinsi Banten.

Abdul Aziz Yahya Saoqi  menjelaskan IZN memiliki komponen dan dimensi penyusun.  Dimensi makro mencakup indikator regulasi, dukungan APBN/APBD, dan database.

Dimensi mikronya mencakup indikator kelembagaaan (penghimpunan, pengelolaan, penyaluran, pelaporan, serta kesejahteraan material dan spiritual) serta dampak zakat terhadap pendidikan dan kesehatan.

Menurut Aziz nilai dimensi makro Provinsi Banten cukup tinggi, yaitu 0,65 dan berada pada peringkat 3 secara nasional. “Dari keseluruhan pengukuran dan penilaian IZN, maka dapat disimpulkan bahwa kondisi perzakatan secara umum di Provinsi Banten sudah baik,” katanya

Sudah pesat

Sementara itu Ketua Baznas Provinsi Banten Suparman Usman menilai, dalam pengelolaan zakat. perkembangan Baznas sudah sangat pesat. Hal ini ditandai dengan meningkatnya perhatian dan  kepercayaan masyarakat kepada  Baznas, yang dibuktikan dengan meningkatnya penerimaan Baznas.

Menurut Suparman penerimaan zakat se-Provinsi Banten tahun 2018 mencapai Rp 50 miliar. Jika dibandingkan dengan perolehan tahun-tahun sebelumnya, nilai sebanyak itu sudah cukup berkembang pesat.

 “Oleh karena itu. kita wajib memelihara kepercayaan ini,” ujar Suparman

Terkait  Indeks Zakat Nasional (IZN), Suparman menjelaskan IZN merupakan alat ukur pengelolaan zakat nasional. IZN dapat dijadikan referensi oleh anggota Baznas dalam mengevalusai kondisi terkini pengelolaan zakat nasional sekaligus menjadi acuan dalam menyusun kebijakan yang akan diambil.

“Indeks ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pengelolaan zakat sehingga tujuan pengelolaan zakat nasional sebagaimana tercantum dalam UU Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat bisa tercapai,” pungkasnya. (SU)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here