Ngaku “Tangan Kanan” Kapolri, Polisi Gadungan Tipu Warga

TANGERANG, (KB).- Aksi penipuan dengan iming-iming bisa memasukkan korban menjadi anggota Polri lewat jalur khusus kembali diungkap unsur Polresta Tangerang. DS (41) diringkus petugas, karena telah menipu TP (55) hingga Rp 209 juta. DS mengatakan, anggota Densus 88 yang bertugas di Mabes Polri berpangkat AKBP dan “tangan kanan” kapolri.

Polisi gadungan tersebut juga memiliki tiga pucuk senjata airsoft gun yang dibeli dari toko online untuk meyakinkan korbannya jika pelaku anggota Polri. Kasus penipuan tersebut, berawal saat pelaku bertemu dengan korban di sebuah pengajian di Kampung Cibatengkok, Desa Peusar, Panongan pada medio September 2016 lalu.

Saat itu, pelaku berusaha meyakinkan korban jika dia bisa memasukkan anak korban menjadi anggota Polri. Bahkan, untuk membuat korbannya semakin yakin, dia menunjukkan tiga pucuk senjata jenis airsoft gun. Tak hanya itu, dia juga mengaku, anggota Densus 88 yang bertugas di Mabes Polri dan sebagai orang dekat kapolri.

“Awalnya saya browsing, dapat pengetahuan (tentang Polri), lalu saya sampaikan ke korban dan korban percaya,” kata pelaku saat dimintai keterangan oleh Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Sabilul Alif di Mapolsek Panongan, Jumat (19/10/2018).

Kemudian, untuk meyakinkan korban, pada Jumat (6/1/2017), pelaku membuat surat pemberitahuan palsu jika anak korban berinisial RA telah resmi sebagai peserta bimbingan belajar Sekolah Calon Bintara (Secaba) Polri. Surat tanpa kop surat tersebut distempel basah atas nama staf bimbingan belajar Polri. Korban akhirnya menyerahkan sejumlah uang kepada pelaku secara bertahap. “Awalnya saya minta Rp 65 juta, terus bertahap hingga Rp 209 juta,” ujarnya.

Ternyata, setelah tahun berganti, anak korban tak juga menjadi anggota Polri. Korban kemudian melapor ke Mapolsek Panongan. Saat ditanya asal senjata, korban mengaku, membeli airsoft gun tersebut dari sebuah toko daring (online). “Kalau senjata saya beli melalui online, di sana banyak yang jual,” ucapnya.

Dari tangan pelaku, polisi mengamankan barang bukti penipuan tersebut, di antaranya satu lembar bukti penyerahan dana bimbel TUK Caba Polri, satu lembar pemberitahuan bimbel TUK Secaba Polri, 3 pucuk sejata airsoft gun, dan satu unit sepeda motor yang dibeli dengan uang hasil penipuan tersebut.

Dalam kasus serupa, Polresta Tangerang juga telah memecat satu personelnya berpangkat Aiptu AK, karena terlibat kasus penipuan serupa, sehingga korbannya menderita kerugian sebesar Rp 250 juta. Menyikapi hal tersebut, Sabilul menegaskan, bahwa untuk menjadi anggota Polri, masyarakat tidak dipungut biaya sepeser pun.

Ia mengimbau masyarakat, untuk berhati-hati jika ada orang yang mengaku anggota Polri dan menawarkan jasa tersebut. “Jika ada kasus serupa, segera laporkan ke Polsek setempat atau langsung kepada saya,” tuturnya. Untuk terhindar dari aksi penipuan polisi gadungan, dia menuturkan, terlebih dahulu harus meminta keterangan terkait identitas pelaku. “Minta kartu anggotanya, cek data diri yang bersangkutan,” ucapnya.

Namun, ketika kartu anggota juga saat ini mudah dipalsukan, langkah selanjutnya, ujar dia, jika dalam rangka tugas, anggota Polri dibekali surat perintah dari atasan yang bersangkutan. “Periksa surat tugas tersebut, kemudian di sana ada atasan yang bersangkutan beserta nomor teleponnya. Periksa kebenaran surat tugas tersebut,” katanya.

Selain itu, ucap dia, perlu dicermati, sehingga masyarakat bisa membedakan antara anggota Polri sesungguhnya dengan yang gadungan. “Kalau merasa curiga dengan gerak-gerik pelaku, segera laporkan ke polsek terdekat atau langsung kepada saya,” tuturnya. (DA)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here