Senin, 20 Agustus 2018

Ngagurah Dano, Ribuan Warga Tangkap Ikan Bersama

SERANG, (KB).- Ribuan warga dari empat kecamatan yakni Cinangka, Padarincang, Ciomas dan Mancak turun langsung ke Cidanau untuk mengikuti tradisi tahunan ngagurah dano, Ahad (5/8/2018). Acara yang dihadiri oleh Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah dan pejabat Pemkab Serang tersebut untuk kali pertama masuk dalam rangkaian acara Anyer Krakatau Cultur Festival (AKCF).

Pantauan Kabar Banten, warga sekitar sudah hadir sejak pukul 08.00 WIB lengkap dengan peralatan tangkap mulai dari jaring, jala, ember dan lainnya. Warga sekitar pun berjejer di pinggiran sungai dan tidak sabar menunggu dimulainya acara tahunan tersebut. Sekitar pukul 10.00 WIB, warga pun langsung melakukan tradisi tersebut dengan masuk kedalam sungai.

Kepala Desa Cikolelet, Kecamatan Cinangka, Ojat Darojat mengatakan, ngagurah dano ini merupakan agenda tahunan. Agenda ini dilakukan di bantaran sungai yang melibatkan empat kecamatan yakni Cinangka, Padarincang, Ciomas dan Mancak. “Jadi tradisi budaya ini turun temurun yang sudah dilaksanakan oleh nenek moyang kita terdahulu,” ujarnya kepada Kabar Banten disela kegiatan.

Ojat menuturkan, kegiatan ini biasa diadakan setiap musim kemarau dan juga pascapanen raya. Untuk merayakan pascapanen, biasanya masyarakat melakukan tradisi ngagurah dano. Peralatan yang digunakan pun berupa alat tangkap sederhana dan tradisional seperti samber, syair dan jala. “Kalau ikannya macam macam ada nilem, ikan mas, nila, gabus bahkan ada juga ikan khas rawa danau ikan lendi,” katanya.

Ia pun mengaku senang, pada tahun ini tradisi kebanggan masyarakat di empat kecamatan itu bisa masuk ke agenda Anyer Krakatau Cultur Festival (AKCF). Harapannya, setelah dilakukan ngagurah dano, Pemkab Serang bisa menaburka benih ikan untuk tangkapan di tahun berikutnya. Dengan demikian, ekosistemnya pun akan tetap terjaga. “Dan mudah mudahan dengan adanya tradisi gurah dano ini bisa membuka pintu untuk bagaimana kemudian tradisi ini bisa dikenal oleh masyarakat di luar Kabupaten Serang. Bahkan kedepan bisa menjadi salah satu destinasi wisata di Serang Barat,” tuturnya.

Ojat berharap, setelah dimasukan dalam agenda AKCF, diharapkan agenda ini bisa berkelanjutan. Kemudian juga diharapkan kedepan bisa mengundang lebih banyak masyarakat untuk datang ke lokasi. Selain itu, dirinya meminta agar kedepan ada perbaikan infrastruktur seperti jalan yang ditingkatkan statusnya menjadi jalan Kabupaten, sehingga sarana dan prasarana bisa tertata dengan baik. “Estimasi pengunjung ini sekitar 15.000, ini belum datang semua soalnya kan panjang sungainya 5 kilometer, mulai dari Cipanas sampai ke Tambakan di barat,” katanya.

Sementara Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah yang turut hadir dan juga ikut berjibaku mencari ikan mengatakan, kegiatan ini merupakan agenda rutin kearfian lokal yang dilakukan oleh masyarakat di empat kecamatan. “Jadi masyarakat ramai ramai turun cari ikan saat kemarau. Untuk tahun ini kita angkat masuk ke agenda wisata di Kabupaten Serang dalam rangkaian AKCF,” ujarnya.

Tatu mengharapkan, dengan diangkatnya kegiatan lokal ini menjadi skala kabupaten, bisa menggerakan roda ekonomi masyarakat sekitar. Bila saat ini yang hadir hanya dari sekitar Kabupaten Serang, kedepan diharapkan bisa dari luar kabupaten, provinsi atau luar negeri. “Nah menjadi PR kami pemerintah Kabupaten Serang tentu sarana dan prasarana yang ada disini. Supaya nanti ketika kita kembangkan sarana dan prasarana disini pun sudah menunjang. Karena syarat untuk hadirnya para wisatawan ya pasti kenyamanan yang mereka mau, kebersihan, keramahan. Nah masyarakat disini harus siap dengan itu semua,” tuturnya.

Kedepan, pihaknya pun akan memfokuskan beberapa program di OPD untuk menunjang desa wisata tersebut. Menurut dia, ngagurah dano ini adalah potensi yang bagus yang hanya ada di Kabupaten Serang. “Jadi kegiatan masyarakat ini yang terus menerus kita angkat lagi, kan sekarang hanya di 4 kecamatan, dengan dimasukan ke agenda wisata tingkat kabupaten kita akan terus melaunching semakin luas,” katanya.

Tatu menjelaskan, selain sarana dan prasarana, untuk menunjang desa wisata Cikolelet, maka kesiapan masyarakat pun menjadi penting. Masyarakat dituntut untuk menyosialisasikan. Kemudian juga terus menjaga kebersihan dan keramahan. “Terus kemudian masyarkat sekitar harus welcome terhadap tamu yang datang, harus ramah itu prasyarat untuk jadi daerah wisata yang menarik,” ujarnya. (DN)*


Sekilas Info

Meriahnya Perayaan HUT RI di Kramatwatu

SERANG, (KB).- Berbagai kegiatan dilakukan masyarakat untuk menyambut sukacitanya Hari Ulang Tahun (HUT) RI ke 73. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *