Nelayan Harus Miliki Asuransi

PANDEGLANG, (KB).- Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Pandeglang Wowon Dirman mengatakan, nelayan di Kabupaten Pandeglang harus memiliki kartu asuransi nelayan. Kendala para nelayan belum memiliki kartu asuransi, kata dia, di antaranya karena harus membayar iuran premi.

“Sampai saat ini baru sebanyak 60 persen nelayan yang telah memiliki kartu asuransi. Kalau asuransi nelayan itu ada yang sifatnya mandiri jadi nelayan ikut asuransi dengan membayar premi nanti dia kalau misalkan sesuatu terjadi dia bisa mengklaim. Sebenarnya nelayan itu sudah mengetahui tapi tingkat kesadaran memang tidak semua nelayan ikut terhadap program asuransi itu. Kurang lebih ada 60 persen yang ikut,” kata Kepala Dinas Perikanan Pandeglang Wowon Dirman kepada Kabar Banten, Jumat (13/9/2019).

Menurut dia, asuransi tersebut sangat penting untuk meringankan beban nelayan jika terjadi kecelakaan saat sedang melaut.

”Kemungkinan, karena ada iuran mungkin terasa berat, karena kan harus diperpanjang setiap tahun. Masa berlakunya satu tahun nanti diperpanjang lagi,” ujarnya.

Untuk itu, kata Wowon, pihaknya masih memiliki pekerjaan rumah untuk membujuk nelayan lain agar memiliki kartu asuransi.

”Daftarnya ke Jasindo tapi kita difasilitasi lewat dinas perikanan. Bisa lewat TPI, bisa juga lewat dinas tapi nanti Jasindo yang mengurus segala sesuatunya,” tuturnya.

Untuk diketahui, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sejak tahun 2016 telah menggulirkan kartu asuransi nelayan. Untuk klaim kematian, nelayan mendapat santunan maksimal senilai Rp 200 juta.

Di luar aktivitas penangkapan ikan sebesar Rp 160 juta, apabila mengalami cacat tetap sebesar maksimal Rp 100 juta dan apabila memerlukan biaya perawatan akibat suatu kecelakaan sebesar Rp 20 juta.

Sementara itu salah seorang nelayan di Kecamatan Labuan Herman mengatakan, pihaknya menyambut baik adanya asuransi tersebut. Namun, kata dia, agar dalam proses pembayaran tersebut tidak menyulitkan nelayan.

“Kita tentu mendukung, yang penting itu programnya jelas. Jangan sampai, nanti ketika ada nelayan yang mengalami kecelakaan, tetapi sulit asuransinya. Misalkan harus ngurus ini lah, itu lah, kalau nelayan kan, ga mau ribet,” ucapnya. (IF)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here