Nelayan Dilarang Tangkap Ikan Dilindungi

LEBAK, (KB).- Nelayan pesisir selatan Kabupaten Lebak dilarang melakukan aktivitas penangkapan ikan yang dilindungi pemerintah. Larangan penangkapan ikan dilindungi itu tertuang Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 26 tahun 2015 tentang larangan tangkapan ikan yang dilindungi.

Perbup larangan tangkapan ikan yang dilindungi itu sejalan dengan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan (Permen KP) No. 1/2015. Jenis ikan yang dilindungi itu antara lain ikan pari manta, kepiting, lobster dan rajungan, serta berbagai jenis ikan hiu, seperti hiu koboi, hiu monyet, hiu lancur, hiu tikus, dan hiu caping.

Kepala Bidang Pembudidayaan Ikan Dinas Perikanan Kabupaten Lebak Winda Triana menyatakan, larangan tangkapan itu agar populasi ikan yang dilindungi itu dimaksudkan agar jenis-jenis ikan tersebut tetap berkembang dan tidak terjadi kepunahan.

”Saat ini populasi ikan yang dilindungi terancam punah jika dilakukan penangkapan. Kami berkoordinasi dengan kepolisian agar nelayan maupun masyarakat pesisir pantai tidak menangkap ikan yang dilindungi. Kami berharap dengan Perbup itu nelayan dapat menaati pelarangan penangkapan ikan jenis yang dilindungi pemerintah,” kata Winda Triana.

Menurut Winda, selama ini populasi ikan yang dilindungi pemerintah berkembang di Perairan Lebak, yang berhadapan langsung dengan Perairan Samudera Hindia yang dikenal ombaknya cukup besar. ”Kami mengimbau masyarakat nelayan agar tidak melakukan pemburuan maupun penangkapan untuk diperjualbelikan penyu hijau dan penyu sisik yang dilindungi karena bisa berhadapan dengan penegak hukum,” ujarnya.

Dijelaskan, pelaku perdagangan penyu hijau, penyu sisik dan pari manta serta jenis ikan lain yang dilindungi, bisa dikenakan Undang-Undang No. 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya dan para pelaku perdagangan (penjual dan pembeli) satwa dilindungi dapat dikenakan hukuman penjara 5 tahun dan denda Rp 100 juta. (ND)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here