Nekat Buka Selama Ramadan, Tempat Hiburan Malam Terancam Dipidanakan

SERANG, (KB).- Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Serang akan memberikan sanksi tegas kepada tempat hiburan malam yang nekat beroperasi selama Ramadan. Sanksi itu yakni membawa ke ranah hukum. Sebelumnya Satpol PP juga sudah menyebarkan surat edaran larangan buka tersebut.

Plt Kepala Dinas Satpol PP Kabupaten Serang Muhamad Iskandar mengatakan, dalam waktu dekat ini pihaknya akan mulai melakukan monitoring tempat tempat hiburan malam karena sebelumnya semua tempat hiburan malam sudah diimbau melalui surat edaran bupati agar tutup total selama bulan Ramadan.

“Pokoknya jenis hiburan malam harus tutup total, ada yang buka ya mohon maaf kita akan bawa ke ranah hukum, gak ada toleransi, dikita ini kan mayoritas Islam, mereka harus menghargai,” ujarnya kepada Kabar Banten saat ditemui di ruangannya, Senin (6/5/2019).

Iskandar mengatakan, berdasarkan hasil pemantauannya ada 18 tempat hiburan malam yang tersebar di wilayahnya. Kebanyakan tempat hiburan malam itu berada di wilayah Serang Barat khususnya di Kecamatan Kramatwatu. ”Ada 18 titik,” katanya.

Ia mengatakan, kebanyakan tempat hiburan malam tersebut masih belum patuh terhadap aturan yang berlaku. “Bentuknya ruko-ruko, konsumennya biasanya wilayah sekitar Cilegon. Mereka belum tertib aturan, banyak miras juga yang kita sita, numpuk di gudang, (menyediakan) live musik, padahal kan dalam perda kita nomor tahun 2006 tidak boleh, kecuali hotel berbintang,” tuturnya.

Selain monitoring ke tempat hiburan malam, pihaknya juga akan melakukan monitoring ke rumah makan atau sejenisnya pada siang hari. Namun demikian, untuk rumah makan pihaknya tidak akan memberikan sanksi berat, melainkan hanya mengambil gorden yang biasa digunakan sebagai tirai penutup orang yang sedang makan.

“Kita sudah meminta ke kasi Trantib Kecamatan untuk memonitor rumah makan yang buka di siang hari. Karena rumah makan itu mulai buka pukul 16.00 sampai saur. Kalau kedapatan buka langkah paling berat hordeng kita buka, kita gunting, biar terbuka, orang makan mau gak kalau sudah kita buka,” tuturnya.

Sebelumnya, Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah melalui surat imbauan bernomor 300/271/Satpol-PP/2019 telah disampaikan kepada pemilik restoran, rumah makan dan minuman, warung nasi dan sejenisnya serta para pemilik tempat hiburan dan sejenisnya. Pertama, bagi pemilik restoran, rumah makan dan minuman serta warung nasi selama bulan Ramadan mulai pukul 05.00-16.00 agar tidak membuka usahanya.

Kedua, bagi pemilik hotel dan penginapan agar lebih selektif dalam melayani tamu yang akan menginap dan tidak menjual minuman keras. Ketiga, bagi pemilik tempat hiburan (Karaoke, kafe, diskotek, live musik dan sejenisnya) untuk tidak membuka usahanys selama bulan Ramadan. Apabila dari hasil pemantauan di lapangan ternyata tidak mengindahkan imbauan ini, maka pihaknya akan mengambil tindakan tegas sesuai perundang-undangan. (DN)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here