Negeri di Atas Awan Ditutup Sementara

Infrastruktur jalan menuju negeri di atas awan Citorek, Kabupaten Lebak.*

WISATAWAN yang hendak melihat keindahan panorama alam Gunung Luhur atau yang viral disebut “Negeri Diatas Awan” di Desa Citorek Kidul, Kecamatan Cibeber harus besabar. Sebab, untuk sementara ini wisata tersebut ditutup untuk sementara waktu hingga perbaikan fasilitas penunjang dan infrastruktur selesai.

“Iya benar, demi keselamatan dan kenyamanan wisatawan. Untuk sementara ini, kawasan wisata Gunung Luhur ditutup sementara waktu sampai pembangunan infrastruktur di kawasan itu selesai,” kata Kasatlantas Polres Lebak, AKP Fikri Ardiansyah saat menggelar rapat koordinasi lintas sektoral di Aula Mapolres Lebak, Rabu (25/9/2019).

Ia mengatakan, penutupan kawasan Gunung Luhur merupakan hasil dari pembahasan antara Polres Lebak dan Pemkab Lebak. Rapat dipimpin Kapolres Lebak AKBP Firman Andreanto dan dihadiri unsur pemerintah daerah. Dalam pembahasan itu disepakati beberapa poin, salah satunya untuk melakukan penutupan sementara destinasi wisata yang tengah viral itu.

“Sementara ditutup untuk kunjungan wisatawan, sampai dengan kesiapan daripada sarana prasarana jalan maupun pendukung wisata lainnya,” katanya.

Sementara, Kepala bidang (Kabid) Destinasi Wisata Dinas pariwisata (Dispar) Lebak, Luli Agustina membenarkan, berdasarkan hasil rapat koordinasi dengan Polres Lebak disepakati wisata gunung luhur ditutup untuk sementara waktu.

“Kesepakatan kita, sarana dan prasarananya belum memadai dan dikhawatirkan keselematan pengunjung jadi disepakati ditutup sementara,” kata Luli.

Bentuk Tim Survey

Menurut Luli, dari hasil rapat itu Polres Lebak dan Pemkab Lebak juga akan membentuk tim untuk mengkaji wisata negeri di atas awan Gunung Luhur. Polres dan Pemkab akan survey ke lapangan untuk melihat titik mana nantinya yang akan di perbaikan, termasuk fasilitas apa saja yang urgent untuk menyambut wisatawan.

“Untuk penutupannya sendiri, Satlantas Polres Lebak akan menyiapkan anggota untuk berjaga di sekitat daerah wisata,” katanya.

Meski demikian, pihaknya belum mengetahui pasti sampai kapan penutupannya. Tetapi, jika khasil kajiannya sudah oke, maka nantinya kawasan wisata itu sudah siap untuk dikunjungi wisatawan. “Kalau sudah siap, barulah kita umumkan lagi,” terangnya. (Galuh Malpiana)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here