Nasi Kultang Digadang-gadang Jadi Kuliner Khas Banten

Chef Ranu Vhisuda didampingi pengelola Cibiuk Cafe Farhan Lazuardi saat mempromosikan ragam menu sajian, Jumat (13/3/2020).*

Nasi kulit tangkil (melinjo) atau dikenal dengan sebutan kultang digadang-gadang akan menjadi kuliner khas Banten. Sebab, kulit tangkil merupakan makanan wajib dalam setiap perayaan hari besar di hampir seluruh daerah di Provinsi Banten. Hal tersebut dikatakan oleh chef Ranu Vhisuda yang juga owner dari nasi kultang.

Ranu mengatakan, hampir di setiap kota provinsi di Indonesia memiliki nasi campur dengan menu khas daerah mereka, seperti Daerah Istimewa (DI) Yogyakarta dengan nasi kucing, Bali dengan nasi jenggo, Cirebon dengan nasi jamblang, dan Malang dengan nasi rawonnya. Oleh karena itu, dia berkolaborasi dengan Cibiuk Cafe, untuk mengenalkan produk masakannya.

“Tentunya dengan kul-tang impian kami ada di mana-mana. Tapi, tempatnya ada di Kota Serang, sebagai ibu kota Provinsi Banten, dan kami harap dapat menjadi makanan khas di Provinsi Banten,” katanya seusai membuka kedai nasi kul-tang di Ciceri, Kota Serang, Jumat (13/3/2020).

Nasi berisi kulit tangkil, suwir ayam, oreg tempe, dan serundeng iwak (ikan) dipincuk dalam daun pisang dan dijual dengan harga Rp 10.000.

“Ciri khas kami, adalah serundeng iwak (ikan) yang terbuat dari ikan tongkol abu-abu. Memang yang kami jual itu, adalah makanan khas tradisional semuanya dan kebanyakan berasal dari daerah di Banten, termasuk Kota Serang,” ujarnya.

Ia menuturkan, selama akhir Maret ini setiap pengunjung yang datang akan mendapat satu porsi nasi kul-tang secara gratis.

“Promo gratis nasi kul-tang hingga akhir bulan. Kami juga ada menu ayam, tempe, tahu, dan beberapa menu lainnya. Termasuk juga baceman, seperti telur puyuh dan telur ayam,” ucapnya.

Untuk bumbunya, dia menjelaskan, seluruhnya menggunakan bumbu dasar, seperti cabai, bawang merah, bawang putih, serai, dan daun jeruk.

“Kami menggunakan bahan-bahan yang segar dan tanpa adanya bahan pengawet. Jadi, kami pastikan makanan kami sehat dan higienis,” tuturnya.

Pengelola Cibiuk Cafe Farhan Lazuardi mengatakan, konsep dari kedai nasi kul-tang yang berkolaborasi dengan Cibiuk Cafe lebih ke tradisional kekinian. Sebab, menu yang disediakan masih tetap sama, mulai dari kopi, menu western hingga nasi kul-tang itu sendiri.

“Jadi, kami hanya menambah variasi menu dan menu di kafe kami tetap sama, seperti kopi dan steak,” katanya.

Kedai nasi kul-tang, tutur dia, ke depan akan menyajikan menu khas Banten lainnya.

“Seperti rabeg, nasi sum-sum, kemudian sayur asem dan aneka ragam ayam. Kalau paket nasi kul-tang mulai dari Rp 10.000 hingga Rp 20.000 dan ada berbagai paket meeting, mulai Rp 20.000 sampai Rp 30.000. Kami buka mulai pukul 06.00 sampai 22.00,” katanya. (Rizki Putri/Yandri)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here