Napi Lapas Cilegon Kendalikan Peredaran Narkoba Kelas Kakap

CILEGON, (KB).- Badan Narkotika Nasional (BNN) menangkap Adam, seorang narapidana (Napi) Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas III Cilegon. Adam dijemput dari Lapas Cilegon karena terbukti mengendalikan peredaran narkoba kelas kakap antar provinsi di Indonesia.

Adam sendiri menjadi napi di lapas tersebut karena terlibat jaringan penyelundupan narkoba jenis sabu sebanyak 54 kilogram dan ekstasi sebanyak 41.000 butir. Adam ditangkap BNN pada 2016 di Pulomerak, Kota Cilegon. Saat itu, Adam menerima hukuman 20 tahun penjara, setelah lolos dari hukuman mati melalui kasasi Mahkamah Agung (MA).

Namun ketika BNN berhasil menggagalkan penyelundupan 20 kilogram narkoba di Pelabuhan Merak, pekan lalu, nama Adam kembali muncul.

Deputi Bidang Pemberantasan BNN Irjen Arman Depari mengatakan, pihaknya telah menjemput Adam dari Lapas Cilegon atas dugaan keterlibatan dan pengendali peredaran narkoba. Munculnya nama Adam, ketika pihaknya menggagalkan pengiriman barang di Pelabuhan Merak, Jambi, juga Jakarta.

“Barangnya dari Malaysia, masuk Indonesia lewat Jambi, kemudian dibawa ke Jakarta melalui jalan darat,” kata Inspektur Jenderal (Irjen) Polisi Arman Depari melalui siaran pers yang diterima wartawan, Rabu (21/8/2019).

Saat itu, petugas BNN mengamankan 4 tersangka. Yakni Mirnawati, Darwis, Chandra, dan Akbar alias Embang. “Penangkapan ini berdasarkan informasi dari masyarakat,” ujarnya.

Dalam penangkapan itu, pihaknya berhasil mengamankan sabu 20 kilogram dan 31 ribu butir ekstasi, sembilan handphone, serta mobil Toyota Hilux warna silver Nopol B 9807 BBS. “Selanjutnya para tersangka dan barang bukti dibawa ke Kantor BNN Jakarta untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut,” tuturnya. (AH)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here