Selasa, 16 Oktober 2018

Mutasi Pejabat Kian Santer

SERANG, (KB).- Mutasi pejabat/rotasi pegawai di lingkungan Pemerintahan Provinsi (Pemprov) Banten kian santer. Setelah melakukan assessment terhadap seluruh pegawai, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Banten dikabarkan sedang melakukan pemetaan jabatan. Berdasarkan informasi yang dihimpun, rotasi besar-besaran terhadap pejabat Eselon II menjadi isu paling santer di lingkungan Pemprov Banten.

Selain banyak pejabat yang memasuki masa pensiun tahun ini, peluang terjadinya pergesaran pejabat di tingkat Eselon II juga dimungkinkan karena ada beberapa jabatan yang kosong. Dari tiga posisi yang kosong, posisi untuk Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Banten paling hangat diperbincangkan. Sejumlah nama bahkan beredar untuk mengisi posisi yang sebelumnya dijabat Revri Aroes tersebut. Selain posisi Kepala Dishub Provinsi Banten, spekulasi juga berkembang terkait nama-nama yang akan mengisi posisi Staf Ahli Gubernur.

“Belum. Hasil Assesment pegawai juga belum selesai. Assessment juga dilakukan untuk pemetaan potensi pegawai. Jadi assessment itu bukan suatu yang eksklusif dan dijamin akan diangkat atau dipromosikan. Jadi, assessment itu bukan otomatis (pegawai itu) yang dipromosikan,” kata Kepala BKD Provinsi Banten, Komarudin dihubungi Kabar Banten, Kamis (22/3/2018).

Sebelumnya, Gubernur Banten, Wahidin Halim (WH) mengingatkan pejabat maupun aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemprov Banten harus siap ditempatkan dimana pun dan tidak pilih-pilih jabatan. Hal itu disampaikan gubernur saat memimpin Upacara Hari Kesadaran Nasional dirangkaikan dengan Hari Ulang Tahun ke-68 Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Pemadam Kebakaran ke-99, dan Hari Ulang Tahun ke-56 Satuan Perlindungan Masyarakat (Linmas) Tingkat Provinsi Banten yang diadakan di Halaman Masjid Al-Bantani, KP3B, Curug, Kota Serang, Senin (19/3/2018).

“Saya dulu ditempatkan dimana saja, orang bilang dibuang, tidak. Karena saya sebagai pegawai negeri harus siap dimutasikan kemana-mana. Tapi kenapa sekarang kita bekerja justru hanya untuk menunggu jabatan, berorientasi pada jabatan, memilah-milah jabatan. Terkadang, ini memang ada semacam degradasi, kemerosotan moralitas sebagai seorang pegawai. Karena, orientasinya semata-mata ditujukan bukan pada pengabdian, tetapi pada uang, pendapatan,” tuturnya.

Gubernur mengajak para pejabat dan ASN untuk menyikapi hal tersebut secara bijak dan tetap optimistis, demi peningkatan pelayanan kepada masyarakat. Para ASN diminta terus melakukan kreasi dan inovasi bagi kepentingan masyarakat.
“Kebijakan saya dan Pak Wakil dan Pak Sekda, memberikan kesempatan. Saya tidak menggunakan cara-cara sebagaimana orang lain. Secara ekstrem bahwa orang yang gak dukung saya, saya ganti, pindahin, saya gak berpikir tentang itu. Itu sudah keluar dari jiwa-jiwa seorang pegawai, etika pegawai, sumpah pegawai,” tutur gubernur menyikapi soal pejabat yang tidak mau bekerja selama belum dilantik.

Gubernur juga berpesan kepada seluruh ASN untuk selalu meningkatkan rasa syukur dan menjaga kepercayaan yang diberikan. Lewat kerja optimal, kerja tuntas dan memuaskan dalam rangka pemberian pelayanan kepada masyarakat. Oleh karena itu, dia mengajak pegawai Pemprov Banten mencurahkan pikiran untuk kepentingan masyarakat.

Menurut Wakil Ketua DPRD Banten, Ali Zamroni, isu mutasi sudah menjadi kegelisahan OPD karena tak kunjung tiba. Seharusnya, kata dia, pemprov segera melakukan langkah konkret jika memang akan terjadi perombakan pejabat.
“Ini sudah menjadi kegelisahan OPD akan ada perombakan tetapi tidak kunjung dirombak-rombak. Ini salah satu masalah yang cukup pelik juga, kenapa OPD ini enggan untuk melakukan pelelangan. Saya berharap gubernur ini langsung responsif, ditengah ada isu perombakan mereka disuruh bekerja maksimal seolah tidak ada apa-apa,” kata Ali Zamroni. (RI)***


Sekilas Info

Enam Tersangka Pengeroyok Polisi Ditangkap

ENAM tersangka pengeroyokan terhadap anggota polisi Tri Widianto di Wisma Cariti, Kampung/Desa Julang, Kecamatan Cikande, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *