Mutasi Pejabat Awal Desember

SERANG, (KB).- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang mengagendakan mutasi pejabat eselon III dan IV paling lambat awal Desember 2017. Mutasi pejabat tersebut, dilakukan untuk mengisi kekosongan di organisasi perangkat daerah (OPD).

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Serang, Tubagus Entus Mahmud Sahiri mengatakan, untuk mengisi kekosongan jabatan di sejumlah OPD, terutama di eselon III dan IV, direncanakan akan segera dilakukan pelantikan.

“Kami mengusulkannya kalau tidak di akhir November atau di awal Desember, tapi itu nanti keputusannya ibu bupati kapan waktunya. Kami hanya mengusulkan saja. Pelantikan ini, untuk mengisi jabatan yang kosong, karena pensiun juga, ada promosi juga, karena pasti ada yang naik dari bawahnya. Tapi, yang promosi di OPD mana itu nanti belum tahu,” katanya kepada Kabar Banten, Ahad (5/11/2017).

Per 1 Oktober 2017, pegawai yang pensiun sekitar 197 orang, beberapa ada yang pensiun per 1 November. “Kami isi yang kosongan di pejabat struktural dan pegawai pelaksana,” ujarnya seraya mengatakan, pengisian pejabat diusulkan November akhir atau awal Desember.

Alasannya, ucap dia, karena agar administrasi kegiatan yang sudah dilaksanakan selesai dahulu. “Kenapa kami usulkan November awal atau Desember akhir, ini supaya SPJ-SPJ itu selesai dikerjakan dulu sama pejabat yang lama,” tuturnya.

Ia mengungkapkan, salah satu jabatan yang kosong di awal November, yaitu Sekretaris Disdukcapil Kabupaten Serang. Untuk pengisiannya, pihak BKPSDM juga sudah menyiapkan, karena dari Disdukcapil sudah ada usulan pergantian sekretaris.

“Kami usulkan ke Kementerian Dalam Negeri, karena kan harus disetujui dari pusat. Nanti, sementara sebelum ada yang definitif, kami tunjuk pelaksana tugas dulu. Sebab, kami akan barengkan dengan pejabat lain pelantikannya,” katanya.

Dengan banyaknya ASN yang pensiun, ujar dia, jumlah ASN di Kabupaten Serang semakin berkurang. “Di 2016 kami ada 11.000 pegawai, sekarang tinggal sekitar 10.000, sekarang makin kerasa kekurangannya. Kami juga gak bosan-bosan minta pengangkatan ke pusat.

Kekosongan itu, di antaranya di kecamatan, kasie-kasie-nya kosong, kemudian Disdik difungsionalnya. Dengan kekurangan ini dampaknya ASN harus kerja ekstra, karena terkadang seorang kasubag atau kasie bisa menangani dua bidang tugas,” ucapnya. (YY)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here