Musyawarah Kerja PMI Kota Cilegon, Wujudkan Masyarakat Tangguh Bencana

KIPRAH Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Cilegon, dalam membantu masyarakat patut diacungi jempol. Hal itu diakui pengurus PMI Provinsi Banten, Nur Amrin saat menghadiri Musyawarah Kerja (Muker) PMI Kota Cilegon Tahun 2019, di Aula Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cilegon, Sabtu (28/12/2019).

Dalam sambutanya, Nur Amrin mengatakan, pelayanan PMI Kota Cilegon terhadap masyarakat tidak diragukan lagi. Tidak hanya di Kota Cilegon, namun juga di wilayah lainnya.

“Jika bicara tentang PMI Kota Cilegon, maka tidak perlu diragukan lagi kiprahnya. Tidak hanya di Kota Cilegon namun juga di luar wilayah Kota Cilegon, seperti yang saat ini masih berjalan yaitu membantu pemulihan pascatsunami Selat Sunda di wilayah Pandeglang. Sebelumnya di Lombok dan Sulawesi Tengah,” katanya.

Muker PMI Kota Cilegon mengusung tema Mewujudkan Masyarakat Tangguh Bencana. Tampak hadir Ketua PMI Kota Cilegon Abdul Hakim Lubis beserta jajaranya, para pengurus PMI kecamatan se-Kota Cilegon, Relawan PMI Kota Cilegon, Forum Pembina Palang Merah Remaja (PMR), dan Korps Sukarela (KSR) PMI Kota Cilegon.

Dalam kesempatan itu, para pengurus PMI Kota Cilegon menyusun program kerja tahunan.

“Musyawarah kerja pada hakikatnya adalah wahana untuk mempererat tali silaturahmi antara pengurus, staf, relawan serta mitra kerja PMI serta memperkukuh komitmen agar terus berjuang untuk kemanusiaan,” ujar Lubis.

Dia menuturkan, Muker ini harus mampu merancang dan menetapkan program-program yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, baik program terkait penanggulangan bencana, kedaruratan medis maupun pelayanan sosial.

Ia berharap dalam kegiatan Muker tersebut ada sebuah komitmen yang telah diinisiasi dan bisa direalisasikan dalam bentuk program dan kegiatan di tahun 2020 secara bertahap dan berkelanjutan.

”Apa yang belum dikerjakan pada tahun 2019, akan kami lakukan di tahun 2020. Begitupun ketika sudah dikerjakan namun butuh sebuah inovasi akan kami lakukan.Dan berharap hasil Muker ini ada sebuah komitmen yang harus kami lakukan,” ujarnya.

Ia menuturkan, terkait program penanggulangan bencana, pihaknya bekerja sama dengan organisasi perangkat daerah (OPD) yang sudah memberikan pelatihan. Namun, pelatihan tersebut harus terus menerus agar masyarakat tetap waspada.

”Karena itu, kami berharap masyarakat dapat mengingat terus akan kewaspadaan dan apa yang harus dilakukan pada saat terjadi bencana,” ucapnya. (Himawan Sutanto)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here