Musorprov Percasi Banten ”Deadlock”

SERANG, (KB).- Pelaksanaan Musorprov V Percasi Banten yang sedianya mengagendakan Pemilihan Ketua Umum Pengprov Percasi periode 2019-2023, terpaksa harus berakhir deadlock, Ahad (13/10/2019).

Ketua Umum Pengprov Percasi Banten periode 2015-2019 Edi Irianto mengatakan, saat Musprov V, agenda pelaksanaan belum sampai pemilihan ketua. Masih dalam tahap pembahasan tata tertib namun tidak ada kata sepakat.

Dalam Musorprov tersebut terdapat dua kandidat, yakni Amin Lukman yang merupakan Ketua Pengurus Cabang (Pengcab) Percasi Kabupaten Tangerang dan Syahrudin mantan Ketua Umum KONI Kabupaten Pandeglang.

Edi mengungkapkan, ketika musyawarah berjalan, Amin meminta agar hak suara pengurus Percasi Banten dihilangkan, karena itu merupakan saran dari Pengurus Besar (PB) Percasi yang hadir.

Sementara, dari pihak Syahrudin meminta agar Amin didiskualifikasi dari pencalonan, karena dalam AD/ART jika masih menjabat sebagai ketua pengcab, dilarang untuk mencalonkan diri di pemilihan Ketua Umum Pengprov Percasi.

“Karena tidak ada yang mau mengalah, makanya terjadi deadlock dan akhirnya Musprov V ditunda untuk sementara waktu, sampai satu atau dua minggu ke depan. Dinamikanya cukup menarik, benar-benar demokrasi berjalan untuk memajukan olah raga catur Banten,” ucapnya.

Namun, Edi akan mencoba mencari solusi terbaik. Apalagi moto Pengprov Percasi Banten adalah mengedepankan asas, ‘kita semua bersaudara’. “Jadi saya akan cari rumusan terbaik. Bisa saja salah satunya dengan cara Pak Amin dipertemukan dengan Syahrudin, agar duduk bareng sehingga tak terjadi perpecahan,” katanya.

Alasannya, Edi mengungkapkan bahwa roda organisasi Percasi Banten itu harus tetap berjalan. “Saya setelah ini akan lapor kepada PB bagaimana menyikapinya. Apalagi masa jabatan saya sudah habis pada 28 September lalu, namun sudah diperpanjang selama enam bulan,” ujarnya.

Senada dengan itu, Amin mengaku tidak kecewa jika ada penundaan. “Malah ada hikmahnya. Berarti harus bisa bersatu lagi karena kita keluarga besar,” katanya.

Amin mengaku, dari pihak Percasi Banten juga telah menyikapinya bahwa akan dilangsungkan dalam waktu dekat. “Sudah dirapatkan bersama, nanti pengcab-pengcab Percasi se-Banten diundang kembali,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum Pengcab Percasi Kota Serang, Juhaeni yang mewakili Syahrudin meminta Amin Lukman menaati AD/ART Percasi. “Jika memang seorang ksatria, seharusnya mundur dong dari posisi Ketua Pengcab Percasi Kabupaten Tangerang. Jangan mau jadi kandidat tapi masih punya jabatan. Diaturan jelas kok ada tidak boleh rangkap jabatan,” katanya.

Selain itu, Juhaeni meminta panitia melakukan proses penjaringan dan penyaringan ulang. “Mekanisme yang sesuai harus dijalani. Jangan dilanggar, kami fight dengan jujur saja. Toh semuanya demi kemajuan olahraga catur Banten,” tuturnya. (Azzam/YA)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here