Mushola Jadi Tempat PSK

Salah satu tempat hiburan di Kota Serang yaitu Cafe Jim’s yang berada di Jalan Ranca Sawah, Drangong, Taktakan, menjadikan mushola sebagai tempat perempuan seks komersil (PSK). Hal itu memicu kecaman dari DPD Pelajar Islam Indonesia (PII) Kota Serang, mendatangi Pusat Pemerintahan Kota Serang, Jumat (29/12/2017).

Berdasarkan pantauan, sekitar ratusan pelajar dari kalangan SMP hingga SMA tiba sekitar pukul 14.30 WIB. Kedatangan mereka menuntut pemerintah untuk segera menindaklanjuti Cafe Jim’s, yang dinilai sudah melecehkan tempat ibadah umat muslim sebagai sarang PSK, yang melayani pengunjung cafe tersebut.

“Kami ingin pemerintah Kota Serang segera menutup cafe tersebut, karena di dalam cafe itu ada sebuah mushola yang dijadikan sarang wanita malam,” kata Ketua DPD PII Kota Serang, Angga Wijaya kepada Kabar Banten, Jumat (29/12/2017). Dia menjelaskan, cafe tersebut membuka tempat hiburan karaoke. Kemudian di dalamnya, terdapat satu ruangan yang bertuliskan nama mushola.

Namun pada kenyataannya, bukan dijadikan tempat ibadah, melainkan menjadi tempat berkumpulnya para PSK yang siap melayani pengunjung yang memintanya. “Mushola itu kan tempat untuk menghadap Allah atau beribadah kepada Allah, bukan menjadi tempat hiburan,” ujarnya. Jika hal tersebut dibiarkan pemilik Cafe Jim’s, kata dia, akan menjadi racun bagi masyarakat, terutama generasi muda di Kota Serang ini.

Selain melanggar syariat islam, wanita malam pun memiliki potensi besar penyebaerr virus berbahaya seperti HIV dan AIDS dan hingga kini belum ditemukan obatnya.”Kami mintlaia Pemkota bisa tindaklanjuti, karena jika dibiarkan sama saja dengan memfasilitasi kaum mua.da untuk berbuat dosa dan menabung untuk keruntuhan bangsa Indonesia,” ujar Angga.

Selain itu, kata dia, aparat kepolisian diminta untuk terus menindak tempat-tempat yang tercium aroma kemaksiatan di Kota Serang ini. Hal tersebut dilakukan agar kondusifitas dapat terwujud. “Kota Serang ini kan terkenal dengan kota seribu santri, jangan sampai tercemar dengan hal-hal semacam itu.

Bebaskan Kota Serang dari kemaksiatan,” katanya. Usai melakukan orasi di depan Puspemkot Serang, massa dari DPD PII Kota Serang melanjutkan aksinya di depan Cafe Jim’s. Mereka meminta pengelola Cafe Jim’s untuk tidak membuat kemaksiatan. Jika hal tersebut tetap terjadi, maka mereka meminta pemilik Cafe agar segera menutup usahanya. (Tresna Mulyana)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here