Museum Literasi Multatuli Memikat Pelajar

Pesona yang dimiliki Museum Multatuli Rangkasbitung, Kabupaten Lebak tidak hanya tampak pada bagian arsitektur bagunannya. Namun, musem yang diresmikan satu tahun silam ini juga mampu memikat wisatawan dari kalangan pelajar.

Hal itu cukup beralasan, karena Museum Multatuli berlokasi di Jalan Alun-alun Timur Kota Rangkasbitung yang dihimpit bangunan Perpustakaan Saija Adinda dan Pusat Pemerintahan Pemkab Lebak itu, menyuguhkan literasi sejarah Lebak, khususnya mengenai perjuangan ‘Max Havelaar’ Edward Douwes Dekker dalam memperjuangkan nasib buruk yang dialami warga Kabupaten Lebak di zaman kolonial.

Setiap pekan, banyak kalangan pelajar yang datang ke museum tersebut. Salah satunya seperti pelajar Madrasah Tsanawiyah (MTs) Al-Hikam Rangkasbitung. Para pelajar tersebut tertarik mengunjungi Museum Multatuli untuk belajar tentang sejarah.

“Kami merasa senang dapat mengetahui sejarah Multatuli secara jelas setelah mendengar uraian petugas pemandu itu,” kata Okta, seorang pelajar MTs Al-Hikam Rangkasbitung.

Begitu juga diakui Herman, pelajar SMPN Cimarga. Ia merasa senang bisa berkunjung ke Museum Multatuli untuk belajar sejarah bersama teman pelajar lainnya. “Kami sangat tertarik mempelajari sejarah Multatuli itu, karena warga Belanda sendiri menolak tindakan pemerintahan kolonial itu,” ujarnya.

Menurut dia, kisah pahit yang dialami warga pedalaman Kabupaten Lebak itu jangan sampai terulang kembali karena dapat menyengsarakan masyarakat. Penderitaan cukup dialami pada zaman Pemerintahan Kolonial Belanda, karena tindakan semena-mena itu tentu melanggar hak asasi manusia (HAM).

“Kami merasa prihatin tindakan Pemerintah Kolonial Belanda itu terhadap warga Kabupaten Lebak,” ucapnya. Kepala Museum Multatuli Ubaidilah Muchtar mengatakan, sebagian besar pengunjung Museum Multatuli memang dari kalangan pelajar.

Bahkan, pengunjung Museum Multatuli sejak setahun didirikan hingga Februari 2019 tercatat 57.945 wisatawan lokal dan 250 wisatawan mancanegara. Pengunjung bukan hanya warga dari Kabupaten Lebak saja, tetapi banyak dari Serang, Tangerang, Jakarta dan Bandung. “Kami menargetkan kunjungan ke Gedung Museum Multatuli tahun 2019 sebanyak 35.000 wisatawan,” tuturnya. (Galuh Malpiana)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here