Musda MUI Kota Cilegon Disoal

CILEGON, (KB).- Sejumlah pengurus organisasi masyarakat (Ormas) Islam mendatangi Sekretariat Musyawarah Daerah (Musda) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Cilegon, di Gedung Islamic Centre Cilegon (CIC), Selasa (26/11/2019). Mereka mempersoalkan mekanisme Musda.

Para pengurus Ormas Islam yang mendatangi Sekretariat MUI Kota Cilegon, di antaranya pengurus Gerakan Pemuda (GP) Ansor, Himpunan Pemuda Al-Khairiyah, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Cilegon.

Ketua GP Ansor Kota Cilegon Soleh Syaefi mengatakan, kedatangan dia bersama rekan-rekan yang lain untuk mempertanyakan mekanisme Musda MUI.

“Kedatangan kami di sini adalah mempertanyakan mengenai mekanisme Musda MUI yang akan dilakukan besok (hari ini). Karena, selama bergabung dengan Ansor baik sebagai ketua maupun anggota kami tidak menerima undangan untuk menghadiri kegiatan tersebut,” katanya.

Ia menilai, selama ini kegiatan Musda terkesan tertutup. Atas dasar tersebut, pihaknya mendatangi sekeretariat MUI untuk meminta kekejalasan.

“Saya kira kegiatan ini harus diketahui oleh orang banyak, kenapa demikian, karena MUI merupakan sebuah lembaga yang menaungi masyarakat beragama Islam. Terlepas siapa pun itu para kandidat dan calon, kami hanya ingin mengetahui mekanisme saja,” ujarnya.

Hal yang sama dikatakan Ketua PMII kota Cilegon Edi Junaedi. Menurut dia, MUI merupakan lembaga harus dapat menciptakan kondisi kehidupan kemasyarakatan, kebangsaan, dan kenegaraan yang baik, agar memperoleh rida dan ampunan Allah SWT.

“MUI harus dapat memberikan dan menciptakan masyarakat berkualitas demi terwujudnya kejayaan Islam dan kaum Muslimin dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia, sebagai manifestasi dari rahmat bagi seluruh alam. Karena itu kami ingin berkontribusi,” ucapnya.

Ia mendukung Musda MUI dengan mekanisme yang telah ditentukan. MUI, tutur dia, dengan visinya yang menggerakkan kepemimpinan dan kelembagaan umat secara efektif dengan menjadikan ulama sebagai panutan, sehingga mampu mengarahkan dan membina umat Islam dalam menanamkan dan memupuk akidah Islamiyah serta menjalankan syariah Islamiyah.

“Kami siap mengambil posisi penting apabila diikutsertakan sebagai peserta dalam Musda. Sebagai kaum muda, tentunya kami ingin belajar banyak mengenai kegiatan Musda ini. Di mana MUI dapat mengembangkan ukhuwah Islamiyah dan kebersamaan dalam mewujudkan persatuan dan kesatuan umat Islam,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Panitia Musda MUI Akhmad Sukri menuturkan, mengenai mekanisme dalam Musda, sebelum ke arah calon ketua atau kandidat. Pihaknya terlebih dahulu membentuk tim formatur yang beranggotakan 11 orang.

“Isi dari formatur tersebut, adalah dari berbagai ormas, MUI se-Kota Cilegon, kemudian dari pengurus MUI demisioner Kota Cilegon. Manakala setelah terbentuk, kemudian formatur merumuskan kandidat calon ketua. Hal ini berdasarkan aturan dari MUI Pusat,” ujarnya.

Informasi yang berhasil dihimpun, ada 4 kandidat yang akan meramaikan pemilihan Ketua MUI periode 2019-2024. Keempat kandidat tersebut, adalah Hifdulah, Sayuti Ali, Dimyati Abubakar, dan Inas Nasrulah. (HS)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here