Mulai Februari 2020, RSUD Cilegon Naikkan Tarif

CILEGON, (KB).- Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cilegon berencana menaikkan tarif perawatan umum sebesar 30 persen, Februari ini. Kenaikan tarif untuk ruang perawatan Kelas I, II, dan III tersebut dinilai perlu dilakukan, untuk meningkatkan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat.

Wakil Direktur Bidang Pelayanan RSUD Cilegon dr Meisuri mengatakan, rumah sakit belum pernah menaikan tarif sejak 2009. Lantaran itulah, sangat diperlukan penyesuaian biaya operasional pelayanan, demi optimalisasi pelayanan publik.

“Kami belum pernah menaikan tarif selama 11 tahun ini. Makanya, sekarang ini lihat saja harga-harga diluaran, jelas lebih tinggi dibandingkan 11 tahun yang lalu,” katanya disela-sela agenda inspeksi mendadak (Sidak) Komisi II DPRD Kota Cilegon, Selasa (14/1/2020).

Dr Meisuri mengatakan, kenaikan tarif tidak berlaku untuk pasien VIP, VVIP, dan pasien BPJS Kesehatan. Menurut dia, pasien VIP dan VVIP tidak diatur oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

“Kalau pasien BPJS Kesehatan itu kan berlaku secara kontrak. BPJS sudah punya paket kesehatan masing-masing, sementara kami pun tidak terkena cost sharing,” ujarnya.

Baca Juga : Dewan Soroti Pergantian Plt Direktur RSUD Cilegon

Saat ini, menurut dia, tarif perawatan RSUD terbilang murah. Biaya ruang Perawatan Kelas III sebesar Rp23 ribu per hari, Kelas II Rp40 ribu per hari, Kelas I Rp60 ribu per hari.

“Bayangkan untuk ruang Kelas III itu, dengan Rp23 ribu mendapatkan makan tiga kali, obat-obat, dan lain-lain. Belum biaya operasionalnya seperti listrik, air, itu tidak sepadan,” tuturnya.

Selain itu, pihak rumah sakit pun berharap adanya bantuan operasional yang didukung oleh APBD Kota Cilegon. Ini untuk mendukung peningkatan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat.

“Kalau support anggaran, kami ingin di support terus. Karena rumah sakit itu kan pelayanan publik yang langsung diberikan kepada masyarakat, artinya memang anggaran sangat dibutuhkan,” ucapnya.

Pasien IGD Menumpuk

Sementara itu, pada hasil kunjungan mendadak Komisi II DPRD Kota Cilegon, para anggota legislatif mendapati sejumlah fakta yang perlu mendapat perhatian. Dimana sejumlah ruang perawatan terbilang panas, serta adanya penumpang pasien di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD).

“Tadi kami melihat pasien IGD menumpuk, kami minta segera di tangani dengan baik. Soal kenyamanan ruang perawatan pun kami lihat kurang dingin. Tapi untuk sisi pelayanan tenaga medis cukup bagus,” kata Ketua Komisi II DPRD Kota Cilegon Fathurohmi.

Politisi Partai Gerindra ini mengatakan, akan mendorong adanya dukungan anggaran dari APBD Kota Cilegon. Terkait rencana kenaikan tarif, Fathurohmi meminta hal tersebut seiring dengan kenaikan pelayanan kesehatan RSUD Cilegon.

“Selama ini baik untuk kepentingan layanan kesehatan masyarakat dan tidak melanggar aturan, silakan saja,” ucapnya. (AH)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here