Jumat, 25 Mei 2018
Anggota DPR RI, Jazuli Juwaini saat menjadi pembicara pada Coffe Morning obrolan Mang Fajar dengan tema ”Homestay, Kunjungan Wisatawan dan Infrastruktur Penunjang” yang digelar Harian Umum Kabar Banten di Kantor HU Kabar Banten, Kota Serang, Sabtu (18/11/2017).*

MUI Susun Model Pendidikan Akhlak, Seluruh Elemen Harus Terlibat

SERANG, (KB).- Rencana perumusan model pendidikan akhlak yang diinisiasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Banten perlu melibatkan berbagai tokoh dan kalangan di Banten. Hal tersebut dilakukan, agar konsep tersebut benar-benar matang. Demikian dikatakan anggota DPR RI dari Fraksi PKS, Jazuli Juwaini di Kantor Harian Umum Kabar Banten, Sabtu (18/11/2017). “Saya mengapresiasi kalau Banten ini nanti pemerintah maupun ulama bersepakat menjaga moralitas bukan hanya untuk Banten, tapi juga berkontribusi secara nasional,” katanya.

Langkah pertama yang dapat ditempuh, ujar dia, yaitu membentuk tim perumus atau tim kajian. Tim tersebut diisi nama-nama tokoh Banten, mulai dari tokoh pendidikan, tokoh santri, para ulama, parlemen, dan tokoh yang lain yang dianggap kompeten. “Nah itu yang perlu dirumuskan, karena ini harus melalui kajian, kalau berbicara konsep itu tidak bisa berbicara singkat, kami buat rumusannya yang paling efektif seperti apa,” ujarnya.

Jika sudah terumus, baru model tersebut disampaikan terbuka kepada masyarakat. Hal tersbeut perlu dilakukan, agar masyarakat mengetahui model seperti apa yang dikembangkan untuk menggembleng akhlak dan moral siswa di Banten. Ia menuturkan, pembentukan model pendidikan akhlak menjadi hal penting untuk Provinsi Banten. Sebab, Banten sudah dikenal sebagai provinsi yang Islami dan telah banyak mencetak ulama ternama, baik di level nasional maupun internasional.

“Saya kira satu political will yang cukup bagus. Banten ini kan punya akar moralitas yang cukup tinggi, kami mengenal ada Syekh Nawawi, kemudian ada juga tokoh nasional yang muncul maupun secara internasional,” ucapnya. Kekuatan Banten sebagai daerah Islami tidak boleh putus sampai kapanpun. Salah satunya cara melestarikannya memang melalui perumusan model pendidikan akhlak bagi lembaga pendidikan di Banten.

Diketahui sebelumnya, MUI Banten berencana merumuskan model pendidikan akhlak untuk lembaga pendidikan di Banten. Nantinya model yang disiapkan akan ditawarkan kepada lembaga pendidikan. Harapannya konsep tersebut nantinya dapat dikembangkan. “Kami mencoba merancang model, akan didiskusikan dengan ormas, yang punya sekolah, pesantren kan ormas. Nanti Kementerian Pendidikan dan Kementerian Agama, dia punya pendidikan,” ujar Ketua MUI Banten, AM Romly. (SN)***


Sekilas Info

PPDB 2018, Pemkot Serang Tetapkan Sistem Zonasi

SERANG, (KB).- Penerimaan peserta didik baru (PPDB) 2018 Kota Serang menggunakan sistem zonasi. Tujuan utama sistem …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *