MUI Kota Serang: ”Crosshijaber” Haram

SERANG, (KB).- Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Serang angkat bicara terkait fenomena pria berpakaian hijab syar’i ala wanita, yang menyebut dirinya “crosshijabers”. MUI menilai hal tersebut sesuatu yang haram dan dilarang dalam ajaran Islam.

Sekretaris MUI Kota Serang Amas Tadjuddin mengatakan, dalam ajaran agama Islam, fenomena yang tidak lazim itu masuk dalam kategori tasyabuh atau sesuatu yang diharamkan.

“Jilbab atau kerudung, adalah pakaian wanita, tidak lazim digunakan oleh pria. Penggunanya selain wanita adalah masuk kategori ‘tasyabuh’ sesuatu yang diharamkan (dilarang) dalam ajaran Islam,” katanya kepada Kabar Banten.

Selain diharamkan dalam ajaran agama Islam, ucap dia, dalam tradisi dan budaya Indonesia hal tersebut, sangat tidak normal, sehingga bisa dikatakan melanggar tradisi dan budaya di Indonesia.

“Kerudung atau jilbab digunakan untuk menutup aurat dan atau sebuah desain pakaian untuk wanita, sehingga dinyatakan tidak normal jika ada laki-laki yang menggunakanya,” ujarnya.

Amas yang juga Sekretaris PWNU Banten juga mengimbau kepada masyarakat, khususnya kaum pria, agar tidak menggunakan desain pakaian (jilbab), karena hal tersebut bukan peruntukanya. Bahkan, dia memandang perlu pelaku cross-hijaber diperiksa kejiwaannya.

“Jika ada kaum laki-laki yang menggnakan jilbab, maka dipandang perlu untuk diperiksa oleh psikiater tentang kejiwaannya, waras atau tidak, dan apa motifnya,” tuturnya.

Ia berpesan kepada masyarakat, agar menghindari tren yang berlawanan dengan ajaran agama. Terlebih, fenomena crosshijabers terbilang aneh. “Semoga kami selalu berpegang kepada ajaran agama, apalagi ini hal yang aneh dan tidak waras,” katanya. (Masykur/YA)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here