MUI Kota Serang: ”Beking” Hiburan Malam Harus Disanksi Tegas

Amas Tadjuddin, Sekretaris MUI Kota Serang.*

SERANG, (KB).- Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Serang mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Serang memberi sanksi tegas jika ditemukan ada oknum aparatur sipil negara (ASN) yang membekingi aktivitas hiburan malam.

Sekretaris MUI Kota Serang Amas Tadjuddin mengatakan, menjamurnya hiburan malam di Kota Serang dipastikan tidak ada izin dari pemerintah kota. Akan tetapi, kata dia, hingga kini tidak ada penghentian paksa dari aparat berwenang. Hal itulah yang menjadi pertanyaan.

“Jika disinyalir adanya oknum pejabat ASN dan dewan yang menjadi agen pemasok hiburan malam harus di clear-kan dan disanksi tegas,” kata Amas kepada Kabar Banten, Senin (4/11/2019).

Menurutnya, hiburan malam seringkali berdampak negatif bagi masyarakat sekitar dan kemajuan peradaban manusia. Bahkan, kata dia, penyakit-penyakit masyarakat seringkali ditemukan di tengah hiburan malam.

“Sering kali hiburan malam berdampak negatif dan dijadikan tempat perilaku menyimpang dan penyakit masyarakat seperti prostitusi, narkoba, dan kejahatan lainnya,” ucap dia.

Baca Juga : Harus Dibuktikan Terlebih Dahulu, Beking Hiburan Malam di Kota Serang Ditelusuri

Oleh karena itu, pihaknya meminta pemkot tegas menutup semua hiburan malam yang tidak berizin. Selain itu, ia berharap pemodal hiburan malam jangan hanya berpikir keuntungan. Tetapi juga harus memperhatikan sisi positif dan negatifnya bagi masyarakat.

“Pemodal dan pegiat hiburan malam mestinya tak selalu bertujuan hanya untuk meraup keuntungan besar saja, tetapi harus memperhatikan nilai manfaat bagi kemajuan peradaban masyarakat,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Gerakan Pengawal Serang Madani (GPSM) memastikan informasi beking hiburan malam dari salah satu pejabat pemkot adalah valid. Bahkan, nilai setoran perbulannya sampai Rp 3 juta hingga Rp 5 juta dari masing-masing pengelola hiburan malam.

Ketua GPSM Ustaz Enting Abdul Karim mengatakan, hal tersebut berdasarkan informasi langsung dari pengelola hiburan malam yang merasa dikhianati oleh oknum pejabat tersebut.

“Karena mereka merasa tidak terima ditutup. Mereka merasa sudah bayar, setor setiap bulan ada yang Rp 3 juta sampai Rp 5 juta,” tuturnya. (Masykur/RI)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here