Rabu, 19 Desember 2018

MUI Cibeber Keluhkan Tempat Hiburan Malam di JLS Kota Cilegon

CILEGON, (KB).- Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Cibeber mengeluhkan keberadaan tempat-tempat hiburan malam di sepanjang Jalan Lingkar Selatan (JLS), khususnya yang ada di sekitar wilayah Kecamatan Cibeber. Tidak hanya marak, namun tempat-tempat yang diduga dijadikan sebagai ajang maksiat dan minum-minuman haram tersebut semakin menjamur, sehingga meresahkan masyarakat sekitar.

Ketua MUI Kecamatan Cibeber, Munzirnazir mengatakan, perkembangan dunia hiburan malam di Cibeber sangat mengkhawatirkan. Padahal, kata dia, lembaga-lembaga Islam dan pendidikan banyak sekali tersebar di Kecamatan Cibeber.
“Lembaga pendidikan dan lembaga Islam paling banyak di Kecamatan Cibeber. Tapi, kok tempat hiburan malam di JLS yang notabene dekat dengan masyarakat Cibeber semakin banyak,” ujarnya.

Meskipun letaknya berada di jalur JLS, ucap dia, namun dampak sosialnya menyentuh masyarakat Cibeber. Ia menuturkan, akan melakukan gerakan untuk menangkal semakin banyaknya tempat-tempat hiburan di wilayah tersebut. “Memang betul tempat-tempat hiburan di JLS, ada yang masuk wilayah Serang. Tapi, tetap saja, dampak sosialnya kena ke masyarakat Cibeber. Maka itulah, kami dalam waktu dekat akan menyikapinya,” tuturnya.

Menurut dia, MUI Kecamatan Cibeber akan melaksanakan rapat kerja, sekalian juga halal bihalal. Pada kesempatan tersebut, akan dibahas pergerakan MUI berkaitan dengan semakin menjamurnya tempat hiburan malam. “Saya akan rapatkan dengan para anggota MUI. Saya akan mengundang para tokoh masyarakat dan para ulama, khususnya di wilayah yang berdekatan dengan tempat hiburan malam,” katanya.

Bahkan, tutur dia, pergerakan yang akan dilakuan MUI akan melibatkan sejumlah organisasi masyarakat (ormas). MUI Kecamatan Cibeber akan berkoordinasi dengan Pemkot Cilegon untuk menyikapi hal tersebut. “Pastinya tidak hanya ormas, pemerintah dan tokoh masyarakat harus dilibatkan. Kalau hanya ormas, bisa jadi brutal. Maka itu, semua pihak akan kami rangkul,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua MUI Kota Cilegon, Sayuti Ali Dimyati mengatakan, pada dasarnya masukan MUI Kota Cilegon terkait tempat hiburan malam telah diakomodir melalui sejumlah regulasi oleh Pemkot Cilegon. Sementara terkait aplikasinya, itu bergantung dari Satpol PP Kota Cilegon yang membidangi pengawasan perda. “Bicara peran, Pemkot Cilegon sudah mengakomodir semua masukan MUI. Namun, jika terkait pengawasan, menurut saya, baik Satpol PP Cilegon maupun para tokoh masyarakat memiliki peran yang sama,” ucapnya.

Ia khawatir dengan kegiatan hiburan malam di JLS wilayah Cibeber saat ini. “Andai saya diminta usulan oleh pemerintah tentang di mana lokasi tempat hiburan malam paling tepat, saya punya jawabannya. Itu adalah di dalam laut, agar tidak mengganggu masyarakat,” katanya. (AH)*


Sekilas Info

Penyebar Berita Hoax Bisa Dipidana

CILEGON, (KB).- Penyebar berita hoax bisa dipidana selama 6 tahun atau denda Rp 1 milyar. Hal …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *