Sabtu, 17 November 2018

MUI Banten Serukan Ukhuwah Islamiyah

SERANG, (KB).- Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Banten, meminta umat Islam Banten tetap menjaga persatuan, kedamaian dan perdamaian. Umat Islam juga diingatkan agar menahan diri dan menjaga ukhuwah Islamiyah.

Hal tersebut disampaikan Ketua MUI Banten KH. AM. Romly, menanggapi video pembakaran bendera bertuliskan kalimat tauhid di Garut, beberapa hari lalu.

“Betul bahwa kita sangat menjunjung tinggi kalimat tauhid, tidak boleh dihinakan dan jangan menghina orang lain. Saya kira, semua sudah sepakat tentang ini,” kata Romly, Selasa (23/10/2018).

Menurut Romly, yang terjadi di Garut adalah bentuk kekhilafan anak muda yang mungkin tidak bermaksud membakar kalimat tauhid. Sebab informasi yang diterimanya, awalnya telah ada kesepakatan bahwa pada apel Hari Santri Nasional tidak akan ada bendera selain merah putih.

“Ketika melihat ada bendera selain merah putih, mereka refleks bertindak,” katanya.

Romly berharap, peristiwa seperti ini tidak akan terjadi lagi. Seluruh masyarakat Banten harus bersatu menjaga daerah. Upaya menjaga persatuan, merupakan salah satu misi MUI. Itu sebabnya, di MUI Banten terdapat komisi khusus yang menangani masalah persatuan, yakni Komisi Ukhuwah Islamiyah.

“Untuk menjaga ukhuwah, MUI Banten setiap bulan mengadakan pengajian keliling ke kabupaten/kota. Tujuannya, untuk menyatukan umat,” tuturnya.

Sementara, puluhan organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam dan pondok pesantren (ponpes) yang tergabung dalam Forum Persaudaraan Umat Islam Banten (FPUIB) akan menggelar aksi bela tauhid di Alun-alun Barat Kota Serang, Rabu (24/10/2018).

Aksi ini merupakan bentuk kecaman terhadap pembakaran bendera bertuliskan kalimat tauhid yang dilakukan oknum Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Garut pada peringatan Hari Santri Nasional (HSN) di Garut, Senin (22/10/2018).

Koordinator aksi, Alfaqier Abu Wildan mengatakan, peristiwa pembakaran bendera tauhid telah menyakiti Umat Islam. “Dilakukan oknum anggota Banser, dengan beringas dan penuh keangkuhan mereka membakar bendera kalimat tauhid,” katanya.

Aksi ini patut disikapi Umat Islam dengan kemarahan. Karena semua dari umat wajib marah ketika agama Islam dilecehkan.

“Semua dari kita wajib marah ketika kalimat tauhid dibakar. Semua kita wajib marah ketika panji Rasulullah dihinakan,” katanya.

Aksi akan diawali dengan salat berjamaah di Masjid Ats-Tsauroh, Kota Serang. Kemudian, massa akan mulai berjalan kaki ke titik aksi yakni Alun-alun Barat Kota Serang.

Sedikitnya ada 98 ormas dan ponpes di Banten yang sudah mengkonfirmasi hadir dalam aksi tersebut. “Jika kita diam atas kejadian ini, ada pertanyaan besar di mana iman kita? Jika kita diam atas penistaan ini, ada pertanyaan besar kita ada di pihak siapa? Itu kalimat yang sangat sakral. Umat Islam bersahadat dengan kalimat itu,” katanya.

Aksi ini murni untuk membela akidah, tanpa ada keterkaitan secara politik dengan kubu manapun.

“Enggak ada kaitannya dengan politik, murni akidah. Karena umat merasa terpanggil, merasa sakit. Dan kami tidak membawa ini ke ranah politik,” katanya.

Ketua Pembina FPUIB, Enting Abdul Karim mengatakan, pembakaran bendera bertuliskan kalimat tauhid merupakan tindakan yang salah.

“Ini panji Rasulullah, yang di sebut al Liwa atau Arroyah, bukan sekadar kain. Saya sebagai muslim lahir dengan kalimat tauhid, mati nanti juga dengan kalimat tauhid, bahkan hadis nabi kuncinya surga itu dengan laailaahaillalloh,” katanya. (SN)*


Sekilas Info

Jika Tetap di Rp 40 Miliar, Pemkab Serang akan Mengembalikan Bankeu

SERANG, (KB).- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang tetap akan mengembalikan bantuan keuangan (Bankeu) dari provinsi jika tetap …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *