Senin, 15 Oktober 2018

Mudik Lebaran 2018: ”Bikers” Diimbau tak Bawa Barang Berlebihan

HARI Raya Idulfitri atau lebaran merupakan sebuah momentum yang dianggap sangat tepat untuk melakukan tradisi pulang kampung atau yang lazim disebut mudik. Fenomena mudik yang terjadi di Indonesia merupakan hal unik dan tidak ditemukan di negara lain terutama jumlah masif pemudiknya dalam waktu yang hampir bersamaan sekitar 1 minggu sebelum hari H dan arus balik dalam seminggu setelahnya.

Mudik lebaran merupakan tradisi inklusif, yang di dalamnya mengandung benih ikatan-batiniah kekeluargaan yang luhur. Tradisi mudik dilakukan setiap tahun sekali ini, merupakan proses dari suatu dialektika- budaya yang sudah berjalan sangat lama hingga sekarang.

Tradisi mudik merupakan kebiasaan yang masih belum tergantikan meski dengan adanya teknologi telekomunikasi seperti handphone untuk mengucapkan selamat Hari Raya Idulfitri. Mudik merupakan kesempatan untuk bertemu sanak keluarga dan sekaligus merayakan Idulfitri bersama-sama. Sejak beberapa tahun belakangan ini, jalur mudik selalu dipenuhi oleh para pemudik yang mengendarai sepeda motor dengan berbagai alasan. Tak sedikit pemudik yang memaksakan anak dan istrinya serta berbagai barang bawaan yang memenuhi motor.

Menyikapi kebiasaan yang cukup mengundang risiko itu, pihak kepolisian mengimbau para pemudik yang menggunakan kendaraan sepeda motor pada arus mudik dan balik lebaran agar tidak membawa barang bawaan yang berlebihan. Para ‘biker’ juga harus mematuhi Tata Tertib Lalu Lintas dan membawa kelengkapan surat kendaraannya.

”Demi keselamatan dan untuk mencegah terjadinya kecelakaan di jalan, pemudik bersepeda motor sebaiknya membawa barang secukupnya saja, jangan berlebihan,” kata Kapolsek Malingping, Kompol Doren kepada Kabar Banten, beberapa waktu lalu.

Sementara itu, Kapolsek Paranggaranga, AKP Tatang Warsita mengingatkan para pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi, baik itu sepeda motor maupun mobil harus mematuhi tata tertib lalu lintas serta membawa kelengkapan surat kendaraan.

”Selama perjalanan, pemudik juga harus memperhatikan kondisi kesehatan, jangan memaksakan membawa kendaraan jika dalam kondisi tubuh tidak fit. Kalau lelah istirahat, jangan memaksakan. Disepanjang jalur utama dititik-titik tertentu polisi sudah menyediakan pos pengamanan, baik itu untuk kesehatan dan lainnya yang diperlukan pemudik,” ujar AKP Tatang Warsita.

Terpisah, Kapolsek Bayah, AKP Sadimun menyatakan, untuk wilayah Lebak sendiri tidak ada titik jalur mudik yang berpotensi besar terjadinya kemacetan total. Kemacetan hanya akan terjadi di jalur-jalur keramaian, seperti pasar dan lainnya, itu pun tidak dilalui oleh pemudik. Namun, sebagai upaya antisipasi pihaknya tetap akan memfokuskan penjagaan di jalur-jalur tersebut.

”Alhamdulillah, kalau untuk wilayah Lebak tidak ada jalur rawan macet, seperti di kota-kota besar lainnya,” ucap AKP Sadimun.

Kepala Bagian Operasional (Kabag Ops) Polres Lebak, Kompol Sugiarto membenarkan pihaknya sudah melakukan pendirian pospam disejumlah titik keramaian di Kabupaten Lebak. Menurut Kompol Sugiarto, tujuan disediakannya pospam tersebut tidak hanya untuk mencegah terjadinya tindak kriminal dan mencegah gangguan kenyamanan masyarakat, tetapi untuk kepentingan pengamanan dan pengawasan arus lalu lintas.

“Banyak hal yang harus kami antisipasi dalam menciptakan kenyamanan pada saat Hari Raya Idulfitri nanti. Untuk itu, disemua titik yang dianggap sebagai tempat keramaian masyarakat harus kami awasi keamanannya,” tutur Kompol Sugiarto. (Dini Hidayat)*


Sekilas Info

Baznas Banten Latih Warga Ciladaeun Olah Keripik Pisang dan Gula Semut

LEBAK, (KB).- Sebanyak 32 warga “Kampung Zakat” (penerima manfaat) di Desa Ciladaeun Kecamatan Lebak Gedong, Kabupaten …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *