MTQ XVII Banten Ditunda

SERANG, (KB).- Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XVII tingkat Provinsi Banten ditunda dalam batas waktu yang tidak ditentukan. Penundaan tersebut dilakukan guna mencegah penyebaran virus corona.

Ketua Harian Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Provinsi Banten Syibli Sarjaya menuturkan, penundaan MTQ XVII dilakukan menyusul status kejadian luar biasa (KLB) virus corona oleh Gubernur Banten. Selain itu, terdapat masukan dari Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) selaku tuan rumah.

“Saya konsultasi dengan gubernur mendiskusikan hal tersebut, kemudian diambil kesimpulan keputusan bahwa pelaksanaan MTQ diundur dalam jangka yang akan ditentukan kemudian,” kata Syibli melalui sambungan seluler, Selasa (17/3/2020).

Sejauh ini, kata dia, belum ditentukan kapan MTQ akan dilaksanakan. Pihaknya akan menunggu arahan dari Pemprov Banten sambil memantau perkembangan Covid-19.

“Jadi nanti pemerintah bersama jajaran terkait akan selalu mengevaluasi terkait pandemi. Nanti kalau kira-kira dimungkinkan baru dilaksanakankan kembali,” ujarnya.

Atas penundaan itu, ia mengimbau calon kafilah MTQ XVII Provinsi Banten tetap tenang dan menjaga kesehatan.

“Kami mengimbau tetap kafilah tenang, tetap kafilah menjaga fisik dan kondisi kesehatannya dan terus berlatih dan berlatih. Karena insya Allah di bulan April (2020) itu akan ada MTQ, mudah-mudahan kita berdoa pandemic corona cepat hilang dari dunia,” ucapnya.

Ketua Pelaksana MTQ XVII Provinsi Banten Sholeh Hidayat menuturkan, penundaan MTQ dilakukan atas pertimbangan adanya status KLB berikut masukan dari Wali Kota Tangerang Selatan.

“Ditunda sampai waktu yang tak ditentukan. Kalau misalnya di bulan April suasana sudah normal, langsung digelar. Tapi kalau juga masih panjang ya mungkin akan ada cara lain yang akan ditempuh sesuai dengan arahan gubernur,” tuturnya.

Pihaknya akan terus memantau perkembangan pandemi virus corona. Jika kemudian pandemi tak segera usai sementara jadwal MTQ nasional sudah mendekat, ia membuka opsi akan melakukan cara lain untuk seleksi kafilah dari Provinsi Banten.

“Kalau misalnya ternyata sudah semakin dekat mungkin ada bentuk lain seleksinya,” ujarnya.

Prinsipnya panitia pelaksana sudah siap menggelar MTQ XVII.

“Kita sudah siap, masing-masing kabupaten/kota sudah mempersiapkan diri. Kemudian juga di panitia provinsi sama panitia lokal juga sudah mempersiapkan dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.

Pembinaan jarak jauh

Sementara, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kabupaten Serang Febriyanto mengatakan, selama beberapa hari ke depan pihaknya akan menambah pembinaan kepada para peserta. Hal itu dilakukan agar kemampuan dan hafalan Alquran serta hafalan hadist tetap terjaga dengan baik.

“Kami akan lakukan pembinaan jarak jauh secara online, para pembina kami minta melakukan video call secara langsung dengan peserta. Adapun peserta kaligrafi rencananya akan dikarantina di pondok membidanginya,” tuturnya.

Ia juga meminta seluruh peserta senantiasa menjaga kesehatan dan berolah raga pada pagi hari setelah Salat Subuh.

“Kami juga mengimbau para peserta untuk tidak dulu jalan-jalan ke tempat wisata yang tidak memungkinkan, terkecuali ada keperluan yang urgen,” ucapnya.

Sementara, Asda II Setda Kabupaten Serang Adjat Gunawan tidak keberatan berkaitan dengan ditundanya gelaran MTQ tingkat Provinsi Banten ini.

“Ini kan untuk kemaslahatan bersama, semua pihak harus ikhlas. Karena memang force majeure, di luar kekuasaan manusia,” ujarnya. (SN/DN)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here