MTQ Pelajar Provinsi Banten, Peserta Bermalam di Masjid Al Bantani

SERANG, (KB).- Puluhan peserta Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Pelajar tingkat Provinsi Banten memilih bermalam di lantai dasar Masjid Raya Albantani, KP3B, Kota Serang, hingga pelaksanaan hajat tahunan tersebut selesai.

“Enak tidur bareng-bareng di masjid, bisa silaturrahim dengan peserta dari sekolah lain,” kata Fathurrobani, peserta dari Pesantren Al Ihsan Pandeglang.

Menurut Fathur, dengan bermalam di masjid ia merasa bisa lebih konsentrasi, cukup istirahat, dan cukup menjalankan ibdah-ibadah sunnah.

“Terpenting lagi, kami bisa saling tukar informasi tentang sekolah masing-masing,” katanya.

Salah seorang panitia MTQ Pelajar, H. Uesul Qurni, mengatakan pihaknya telah menyediakan perlengkapan istirahat untuk para peserta, antara lain kasur.

“Panitia tidak menganjurkan peserta bermalam di masjid, tapi juga tidak melarang,” katanya.

Menurutnya, pilihan peserta bermalam di masjid menjadi salah satu bukti bahwa para pelajar sangat antusias dan bersemangat menyambut serta mengikuti MTQ Pelajar.

“Melihat antusiasme mereka, kami sedang mempertimbangkan akan ditambahnya cabang baru, yakni kaligrafi,” katanya.

Seperti diketahui, Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Banten menggelar Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) pelajar III tingkat SLTA tahun 2019 di KP3B, Kecamatan Curug Kota Serang mulai Senin sampai Rabu (18-20/11/2019).

Kegiatan memperebutkan piala Gubernur Banten tersebut diikuti oleh 697 peserta dari 60 sekolah/madrasah di Provinsi Banten.
Ketua Harian LPTQ Banten Syibli Sarjaya menuturkan, awalnya peserta yang mendaftar 922 orang. Setelah diverifikasi administrasi maupun kemampuan, jumlahnya menyusut menjadi 697.

“Untuk apa kita tes kemampuan? Umpannya kalau kita tes baca bismillah aja masih begini, masa kita ikutkan lomba. Jadi hanya 697 dari total sekolah 60 se-Banten,” katanya.

Dikatakan, peserta terbagi dalam empat cabang yang dilombakan, yaitu Fahmil Quran, Syarhil Quran, tahfid 1 juz, dan tahfid 5 juz.

“Kemudian karena peserta ini banyak, terpaksa dibagi dua grup. Seperti Fahmil Quran ada yang sekolah madrasah dan ada yang sekolah umum. Nanti sekolah umum putra-putri dewan hakimnya lain, kemudian sekolah agama dewan hakim lain-lain,” ucapnya.

Peserta yang mendapatkan juara pada MTQ tersebut tak menutup kemungkinan dapat bersaing pada MTQ tingkat umum di kabupaten/kota masing-masing.

“Makanya kita kerja sama dengan LPTQ kabupaten/kota. Mereka hadir memantau, yang juara itu nanti mereka ambil untuk mewakili kecamatan, kemudian diikutkan di kabupaten/kota, nanti diperlombakan di tingkat provinsi. Insya Allah provinsi itu akhir Maret di Tangsel,” ucapnya.

Gubernur Banten Wahidin Halim merasa bahagia jumlah peserta yang ikut dalam MTQ mencapai di atas 900 orang.

“Saya senang sekali ternyata pesertanya sampai 900 orang. Berarti ini anak-anak yang cinta terhadap Alquran, cinta pada agamanya, insya Allah bisa ngaji semua,” tuturnya.

Gubernur juga mengharapkan generasi ke depan khususnya pelajar di Provinsi Banten semakin mencintai Alquran sebagai tuntunan hidup dan Nabi Muhammad SAW sebagai teladan dalam kehidupan sehari-hari.

“Nabi engak boleh dibanding-bandingin, apalagi sama Soekarno dan sama siapapun nabi enggak boleh dibanding-bandingin. Yang mulia teladan,” katanya.

Gubernur Banten juga mengajak seluruh pelajar untuk mengamalkan nilai-nilai Pancasila, sebagai dasar dan ideologi negara Indonesia. Pancasila merupakan dasar yang sudah disepakati untuk menciptakan dalam bangsa yang beragam. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here