Minggu, 18 November 2018

MTQ Nasional XXVII di Medan, Banten Gagal Raih Juara Umum

SERANG, (KB).- Provinsi Banten gagal membawa pulang piala juara umum Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXVII 2018 di Medan, Sumatera Utara.

Pada musabaqah dua tahunan ini, juara bertahan Provinsi Banten hanya mampu berada di urutan kedua dengan perolehan poin 51. Sementara urutan pertama atau juara umum diraih DKI Jakarta, dengan 64 poin.

Pada ajang tersebut, Provinsi Banten hanya mampu mengumpulkan 6 emas, 6 perak, dan 3 perunggu. Sementara DKI Jakarta mengumpulkan 10 emas, 3 perak, dan 5 perunggu.

Adapun 10 besar MTQ Nasional XXVII di Medan, yakni DKI Jakarta (64 poin), Provinsi Banten (51 poin), Sumut (37), Kepri (30), Jatim (27), Riau (26), Jabar (23), Aceh (18), DIY (16), dan Nusa Tenggara Barat (14).

Meski Banten gagal mengulang kesuksesan MTQ Nasional di Nusa Tenggara Barat (NTB), namun sejumlah tokoh ulama setempat tetap mendukung Kafilah Banten.

Rektor Untirta, Prof. Dr. Sholeh Hidayat, misalnya tetap memberi semangat bahwa Kafilah Banten sudah berusaha optimal. “Kita banyak belajar dari keberhasilan DKI Jakarta. Belajar dan berlatih lebih keras lagi,” kata Sholeh.

Menurut Sholeh, ada waktu dua tahun untuk meraih kembali juara umum yang sementara berpindah ke Kafilah DKI Jakarta. “Kita masih bangga bisa di atas tuan rumah dan Jawa Barat. Di atas Jabar bukan hanya prestasi di MTQ, tapi juga termasuk prestasi bidang pendidikan,” ungkapnya.

Sementara mantan Sekretaris Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Banten, Dr. Machdum Bachtiar, mengatakan Kafilah Banten tinggal mengevaluasi kekurangan dan keterbatasan yang dimiliki. Lalu, perbaiki dan tingkatkan untuk prestasi di masa datang.

Menurut dia, hasil yang dicapai sekarang sudah cukup baik dan bagus, di tengah persaingan peserta yang semakin kompetitif. “Selamat kepada seluruh Pengurus LPTQ Banten, para pembina, ofisial, dan para peserta yang telah berjuang all out demi Banten serta meraih urutan dua terbaik nasional,” katanya.

Machdum memaklumi jika saat ini Kafilah Banten bersedih. Sebab, sedih itu manusiawi. “Wajar bersedih bila yang kita harap tidak tergapai. Tapi di balik itu ada blessing in disguise yang berharga untuk kita ambil pelajaran dan untuk perbaikan secara komprehensif,” katanya.

Menurut Machdum, Banten masih kurang kompetitif dalam musabaqah non tilawah. Hal ini menjadi keunggulan DKI Jakarta. “Cabang ini mungkin yang harus menjadi fokus perhatian kita ke depan,” katanya.

Lepas dari itu, kata Machdum, kita tetap harus berbangga, bahwa Banten masih sebagai kekuatan yang disegani lawan. “Juara 2 nasional adalah bukti bahwa mempertahankan jelas lebih berat daripada meraih. Jangan dilupakan, usaha yang telah dilakukan oleh pengurus LPTQ dan Kafilah MTQ Banten secara total dan maksimal. Sungguh perjuangan dan pengorbanan yang luar biasa. Didukung penuh oleh Gubernur/Pemprov, Kanwil Kemenag dan stakeholder lainnya. Itu yg harus kita apresiasi,” katanya.

Kepala Kemenag Kota Tangerang Selatan, H. Abdul Rojak mengaku sedih karena Banten tidak bisa meraih juara umum. “Sungguh, saya sangat sedih. Semoga pada MTQ Nasional berikutnya, Banten kembali meraih juara umum,” katanya.

Ketua DKM Al Bantany KP3B, KH. Zaenal Abidin Suja’ meminta Kafilah Banten tidak bersedih. Menurut KH. Zaenal, pasti ada hikmah di balik itu semua. “Kita bersyukur kepada Allah SWT atas peringkat yang telah diraih. Itu sudah merupakan upaya kita yang maksimal. Mudah-mudahan menjadi bahan evaluasi kita kedepan, apa saja kekurangannya dan bagaimana mencari solusinya,” ungkap Zaenal.

Atas dukungan sejumlah tokoh Banten, Ketua Harian LPTQ Provisni Banten Prof. KH. Syibli Syarjaya menghatuirkan teri makasih dan mohon maaf.

“Terima kasih atas apresiasi dan dukungan warga Banten. Terima kasih atas perhatian kepada Kafilah Banten. Kita sudah berupaya maksimal, tetapi Allah menghendaki lain,” katanya.

Wapres Tutup MTQ Nasional

Wakil Presiden Republik Indonesia, Muhammad Jusuf Kalla akan menutup kegiatan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXVII di Sumatera Utara, Jumat (12/10/2018) malam ini. “Untuk penutupan akan dihadiri oleh Wakil Presiden Republik Indonesia dengan Pak Menteri Agama,” ujar Direktur Penerangan Agama Islam Kementerian Agama, Khoirudin.

Ia berharap agar nilai-nilai Alquran ini bukan hanya dibaca dan dihayati, tapi ajaran Alquran ini bisa mewarnai semua kehidupan sehari-sehari. “Sehingga kita bisa menjalankan kehidupan di dunia ini dengan sempurna fid dunya wal akhirah,” ujarnya. (KO)*


Sekilas Info

Dakwah Mengubah Kebiasaan Jadi Kebaikan

SERANG, (KB).- Setiap orang memiliki kewajiban untuk berdakwah, akan tetapi dakwah juga mempunyai waktu, karena dakwah …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *