MTQ dan Baitul Quran

Ranta Soeharta.*

Oleh : Ranta Soeharta

Perhelatan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XVI Tingkat Provinsi Banten di Kota Tangerang yang akan dibuka pada Senin (25/3/2019), merupakan even rutin dalam rangka menjaring qari-qariah terbaik.

Selain itu, substansi yang tak kalah penting, yakni menjadikan MTQ sebagai wahana, memotivasi umat Islam untuk terus meningkatkan kemampuan baca tulis Alquran, memahami makna dan kandungannya, serta mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Setiap kali penyelenggaraan MTQ, penulis merasakan semangat, komitmen dalam pembinaan Alquran di Banten. Sebagaimana diketahui, Banten dikenal sebagai gudangnya qari-qariah baik tingkat nasional maupun internasional.

Hal itu telah dibuktikan dengan torehan prestasi pada ajang MTQ Nasional. Bahkan Banten tercatat menggoreskan tinta emas menjadi Juara Umum MTQN XXVI di Nusa Tenggara Barat pada 2016 lalu. Penulis, yang saat itu menjabat sebagai Ketua Umum LPTQ Banten merasakan semangat luar biasa yang ditunjukkan kafilah Banten menjadi yang terbaik secara nasional.

Ini tentu saja, prestasi yang diperoleh dengan upaya kerja keras dari semua elemen yang terlibat dalam pembinaan qari-qariah di Banten. Peran dan komitmen kepala daerah, LPTQ provinsi, LPTQ kabupaten/kota, pondok pesantren, dan elemen lain, menjadi kesatuan yang menjadi kekuatan besar sehingga bisa meraih prestasi yang membanggakan tersebut.

Berdasarkan hasil survei Tim LPTQ Banten pada 2017, terungkap muslim Banten yang mempunyai kemampuan membaca Alquran dari tingkat cukup sampai sangat buruk mencapai angka 76,72 persen. Sementara yang terbilang mampu dari tingkat agak baik sampai dengan sangat lancar hanya 23,28 persen.

Dilihat dari usianya, muslim Banten memiliki kemampuan baca Alquran mayoritas sejak usia dini, yakni sebanyak 66,7 persen pada rentang usia 5 sampai 10 tahun dan 31 persen pada rentang usia 11 sampai 20 tahun. Jika dikaitkan dengan 76,72 persen yang punya kemampuan membaca dari tingkat rendah sampai sedang, disimpulkan bahwa sekalipun sudah memiliki kemampuan membaca Alquran sejak usia muda, namun jarang dipraktikkan.

Permasalahan rendahnya kemampuan Baca Tulis Quran (BTQ) ini harus menjadi perhatian bersama. Treutama dalam mencari solusi ditengah gencaranya arus perkembangan teknologi digital sekarang ini. Selain sarana penyediaan Alquran, tempat mengaji, insentif guru ngaji, juga dalam inovasi metode pembelajaran BTQ harus terus ditingkatkan.

Gerakan Magrib Mengaji yang digaungkan Kementerian Agama, belum menunjukkan gerakan yang massif. Padahal, kegiatan mengaji setiap Magrib merupakan kebiasaan rutin sejak dulu. Namun belakangan memudar seiring dengan munculnya kemajuan teknologi televisi, telepon pintar dan sebagianya.

Baitul Quran

Pada 5 Maret 2019 lalu, saya bersyukur munculnya rencana Pemprov Banten yang akan membangun Baitul Quran di kawasan Banten Lama. Pada Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan LPTQ Banten tersebut, Prof Dr Dodi Nandika mengatakan keberadaan Baitul Quran sedikitnya memiliki tiga peran penting.

Pertama, meningkatkan kualitas umat Islam dalam membaca dan menghafal Alquran. Kedua, menjadi tempat bagi umat Islam untuk memahami Alquran dengan baik dan benar. Ketiga, keberadaan Baitul Quran harus menjadikan umat Islam yang berkunjung menjadi lebih baik, Kabar Banten, (6/3/2019).

Rencana pembangunan Baitul Quran merupakan hal potoif dalam rangka menumbuhkan semangat membumikan Alquran. Namun selain pembangunan fisik, hal yang tak kalah penting yakni bagaimana “Baitul Quran” ada dalam setiap keluarga di Banten.

Kesadaran menumbuhkan rumah Quran dalam setiap keluarga merupakan titik tolak yang sangat penting dalam upaya meningkatkan kemampuan BTQ tersebut. Dalam kaitan ini, Baitul Quran menjadi lebih luas tidak hanya berbentuk sarana, tetapi hadir pada setiap keluarga muslim di Banten.

Kita mendambakan, rumah-rumah keluarga muslim di Banten, setiap Magrib atau Subuh terdengar lantunan bacaan Alquran. Demikian pula pada musala, masjid dan majlis-majlis pengajian. Dengan membumikan Alquran, kita yakin tatanan kehidupan masyarakat yang berakhlakul karimah akan terwujud. Selamat kepada kafilah se-Banten untuk mengikuti MTQ Tingkat Provinsi Banten dan menjadi titik tolak meraih presatsi di MTQ Nasional mendatang. (Penulis adalah Ketua Umum LPTQ Banten 2016-2018)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here