MTQ Banten Diharapkan Menarik Pengunjung

Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang terus mempersolek diri untuk menyambut perhelatan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XVI Tingkat Provinsi Banten yang akan dilaksanakan pada 25-29 Maret 2019 nanti.

Berbagai persiapan pun terus dikebut mulai dari kesiapan di setiap venue hingga perbaikan berbagai fasilitas publik untuk menarik para pengunjung datang ke Kota Tangerang menyaksikan pelaksanaan MTQ.

Wakil Wali Kota Tangerang H. Sachrudin pun berharap pelaksanaan MTQ XVI bisa menarik masyarakat di Banten dan sekitarnya untuk datang ke Kota Tangerang.

“Semoga kita bisa jadi tuan rumah yang baik dan memberikan kesan yang baik pula,” kata Sachrudin, Kamis (14/3/2019).

Sachrudin menyampaikan, pelaksanaan MTQ XVI harus bisa dioptimalkan oleh masyarakat terutama para pelaku UMKM untuk menjajakan produknya selama pelaksanaan MTQ, mengingat banyaknya peserta MTQ ataupun pendukungnya yang akan datang ke Kota Tangerang.

“Dengan menyuguhkan ketentraman, kenyamanan dan peluang usaha yang cukup baik, saya yakin konsep kota layak kunjung pada momen MTQ bisa menjadi salah satu daya tarik untuk berinvestasi,” tuturnya.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten mempercayakan Kota Tangerang menjadi tuan rumah Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Banten XVI tahun 2019. Namun, jadwal pelaksanaannya memang sengaja dimajukan sebelum penyelenggaraan Pemilu 2019.

Seperti diketahui, MTQ tingkat Provinsi Banten akan diselenggarakan dari Senin hingga Kamis (25-29/3/2019) di Kota Tangerang. Sebelumnya dikabarkan MTQ Banten akan dilangsungkan pada 4 sampai 8 April 2019.

“Pelaksanaannya dimajukan di bulan Maret, bukan di April 2019,” kata Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) dalam siaran pers Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Provinsi Banten.

Pemprov hanya mengantisipasi hal yang tidak diinginkan. Karena pada April nanti akan ada Pemilu 2019. Semua pelaksanaan atau agenda pemerintah daerah dan pusat nantinya diharapkan berjalan lancar saja.

“Kan di April ada hajatan demokrasi, sementara di Banten ada MTQ. Pemprov Banten ingin semua perhelatan bisa sukses semua, jadi dimajukan saja. Sebab, peserta yang akan datang dan masyarakat yang akan hadir dari 8 kota dan kabupaten di Banten akan banyak juga,” ujar mantan Wali Kota Tangerang ini.

Gubernur menandaskan, memang pemilu dan pelaksanaan MTQ tidak bersamaan. Hanya saja kalau digelar bulan April berdekatan menjelang Pemilu 2019.

Sementara menurut Eka Surya Lesmana Kepala Sekretariat Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Provinsi Banten mengakui, nantinya pada pelaksanaan MTQ akan ada sekitar 500 kafilah.

“Antusias masyarakat Banten pasti akan banyak. Jadi dari arahan Pak Gubernur jadinya acara dimajukan jangan berdekatan dengan pelaksanaan pemilu,” ucapnya.

Eka mengatakan, meskipun jadwalnya dimajukan secara kesiapan selain telah berkoordinasi dengan tuan rumah MTQ yakni Kota Tangerang, untuk urusan pendaftaran dan verifikasi keabsahan peserta dipastikan hingga 15 Maret.

“Dalam verifikasi pendaftaran kita akan memperketat peserta atau kafilah yang ikut serta. Peserta harus dari daerah asal masing-masing kota dan kabupaten di Banten,” tuturnya.

Apalagi peserta terbaik akan dibawa ke Seleksi Tilawatil Quran (STQ) XXV di Kalimantan Barat pada Juli 2019 mendatang.

“Kota Tangerang sudah siap jadi tuan rumah. Mereka bahkan menyiapkan konsumsi untuk para pengunjung di setiap venue perlombaan,” tutur Eka.

Menurut rencana, panitia akan mengundang Wali Band dalam pembukaan event tahunan tersebut. Untuk tempat penyelenggaraan, Pemkot Tangerang telah menyiapkan 13 venue MTQ perlombaan.

Tempat yang akan ditujuk yakni sebagai panggung utama Gedung Nyimas Melati, Ruang Akhlakul Karimah, Masjid Sari Asih, Gedung Juang Kota Tangerang, Masjid Istiqomah, dan Masjid Al Ittihad.

Panitia MTQ telah menetapkan 10 cabang dengan 27 golongan yang akan dilombakan dalam MTQ ke-16 ini. Dari 10 cabang ini, dua di antaranya merupakan cabang muatan lokal, yakni qirotul kutub dan hadis.

“Cabang-cabang itu adalah tilawah, qiroatul Quran, murotal, tafsir, khat (kaligrafi), syarhil, fahmil, MMQ (musabaqah makalah Alquran), qirotul kutub dan hadis. Dua terakhir itu muatan lokal,” ujar Eka. (SY)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here