MTB (Masjid Terapung Banten)

Ada dua tempat yg satu sangat dicintai Allah yakni masjid dan satu tempat lagi sangat dibenci Allah yakni pasar. Dalam upaya meningkatkan daya magnetik bagi jamaah untuk hadirkan dirinya di masjid menurut Sudi Gazalba dalam bukunya masjid sebagai pusat pembinaan umat terdapat 3 hal yang perlu mendapatkan perhatian pihak pengurus dan jamaah/ masyarakat. Ketiga hal tersebut riayah, imaroh dan idaroh.

Kehadiran MTB yg terletak d garis pantai yang panjangnya 700 km agar terjaga dari penyalah gunaan obyek wisata dan agar tidak mengundang murka Allah, kehadirannya sangat amat dibutuhkan untuk benteng aqidah syariah dan akhlak.

Atrawun misalkan yang berada di kawasan puncak dapat menjadi daya tarik orang-orang baik untuk wisata religi dengan beritikaf duha infaq dan kebaikan lainnya yang jauh sebelum ada itu nuansa wisata yang terkesan hura-hura kini berbalik ternyata ada tempat yang membuat haru-haru karena sentuhan qolbu attaawun.

MTB yg terletak d jalur wisata anyer kabupaten Serang provinsi Banten pun diharapkan menjadi simbol benteng untuk menopang motto Banten yang beriman, bertaqwa, berakhlakul karimah bisa terwujud insya Allah.

Selain riayah/pemeliharaan juga yang perlu mendapat perhatian pengurus dan jamaah/masyarakat adalah imaroh/kemakmuran. Kehadiran MTB bisa menjadi inspirator untuk berdirinya pesantren bahari artinya pesantren tidak mesti di daratan saja lautan pun mesti menjadi sarana dakwah tarbiyah dan ibadah terlebih Indonesia memiliki lautan yang lebih luas dibanding daratan.

Selain sebagai inspirator berdirinya pesantren bahari juga MTB bisa difungsikan untuk seminar dialog lintas agama, penguatan 4 pilar kebangsaan bahkan resepsi pernikahan, sunatan, perkemahan, tabligh akbar, istigotsah, ataupun rapat-rapat pembinaan pegawai.

Selain riayah imaroh pengurus MTB bersama jamaah ke depan perlu penataan idaroh/administrasi sejak beli tanah lokasi, visi misi program dan kegiatan inipun perlu perhatian kita semua untuk masa depan Banten dan NKRI yang lebih baik, jauh dari gugatan dan kepentingan selain untuk li ilaai kalimatillah.

Untuk percepatan pembangunan MTB tersebut, perlu kerja dan perhatian bersama sejak dari masyarakat terdekat hingga pemangku tertinggi umat di berbagai tingkatan demi mewujudkan negeri yang baldatun toyyibatun warobbun gofur.

Dengan terbangunnya MTB kita berharap banyak orang-orang soleh hadir ke tempat MTB dimaksud yang pada gilirannya mampu menepis bahwa kawasan pantai merupakan wisata yg penuh nestapa yang jadi sarang narkoba dan menu maksiat lainnya. Naudzubillah wallahu a lam. (Wawan Wahyuddin/Penulis wakil rektor UIN SMH Banten bid kemahasiswaan dan kerjasama)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here