Monitoring Program Banggakencana, BKKBN Banten Perkuat 8 Fungsi Keluarga Cegah Covid-19 dan ‘Baby Boom’

Suasana kegiatan monitoring Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana atau Banggakencana yang dilaksanakan Perwakilan BKKBN Banten bersama Mitra di Kabupaten Pandeglang, Senin (11/5/2020).*

Untuk memperkuat pelaksanaan 8 Fungsi Keluarga dalam mencegah penyebaran wabah Covid-19 dan pencegahan putus pakai alat kontratsepsi yang dapat menyebabkan terjadinya ‘baby boom’ (ledakan kelahiran) di Provinsi Banten, Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Banten bersama Mitra melakukan monitoring Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana atau Banggakencana di Kabupaten Pandeglang, Senin (11/5/2020).

Kepala Perwakilan BKKBN Banten, Aan Jumhana menyampaikan bahwa dalam kegiatan tersebut, pihaknya bersama Mitra melakukan berbagai kegiatan di antaranya penyuluhan dengan menggunakan Mobil Curhat Keluarga, Pelayanan KB MKJP dan Non MKJP, membagikan masker serta pemberian sembako bagi akseptor atau masyarakat kurang mampu yang terdampak Covid-19 secara door to door dengan melibatkan Kader KB, PLKB/PKB, dan Babinsa. Kegiatan ini, kata dia, juga akan dilakukan pada Kamis (14/5/2020).

“Kegiatan monitoring Banggakencana ini ditujukan selain untuk menggalakan gerakan cegah putus pakai alat kontrasepsi yang dikhawatirkan akan terjadi selama masa pandemi covid-19 juga melaksanakan fungsi gugus tugas pencegahan covid-19 pada Perwakilan BKKBN Provinsi Banten dalam upaya  memutus mata rantai penyebaran virus tersebut,” ujar Aan, Senin (11/5/2020).

Tim Gugus Tugas Covid-19 Perwakilan BKKBN Provinsi Banten membagikan masker kepada warga.*

Dalam upaya tersebut, kata Aan, Perwakilan BKKBN  Provinsi Banten  tidak dapat berjalan sendiri perlu pihak lain yang menjadi mitra sehingga upaya yang dilakukan dapat berjalan massif dan cakupan pelayanan terhadap masyarakat semakin luas. Selain Kader KB, PLKB/PKB, dan Babinsa, Mitra strategis yang terlibat dalam kegiatan Monitoring Program Banggakencana ini adalah TP-PKK Provinsi Banten, Aliansi Pita Putih,  DKM As-Sakinah, dan Gugus Tugas Pencegahan Covid-19 Perwakilan BKKBN Provinsi Banten.

“TP-PKK Provinsi Banten Khususnya Pokja IV dan Aliansi Pita Putih Provinsi Banten menjadi sangat potensial selain memiliki sasaran dan materi garapan program yang sama yaitu keluarga juga memiliki struktur kelembagaan sampai dengan tingkat desa,” ujar Aan.

Tim Gugus Tugas Covid-19 Perwakilan BKKBN Provinsi Banten membagikan masker dan sosialisasi ‘baby boom’ kepada ibu-ibu.*

Penyebaran wabah Covid-19 berdampak besar terhadap melemahnya aspek kesehatan termasuk kematian, aspek perekonomian, dan berbagai aspek lainnya. Selain itu, dampak lain yang dikhawatirkan adalah terjadinya Drop Out (putus pakai) dalam pemakaian alat kontrasepsi sehingga akan menimbulkan masalah meningkatnya kehamilan atau baby boom di kemudian hari.

Saat ini, kata dia, 8 fungsi keluarga yakni Fungsi Agama, Fungsi Sosial Budaya, Fungsi Cinta dan Kasih Sayang, Fungsi Perlindungan, Fungsi Reproduksi, Fungsi Sosialisasi dan Pendidikan, Fungsi Ekonomi dan Fungsi Perlindungan, ditantang untuk membantu dalam upaya pencegahan Covid-19 yang sedang melanda seluruh dunia termasuk Indonesia.

“Wabah ini telah menjadi masalah yang serius dengan berdampak kepada aspek kesehatan termasuk kematian masyarakat,  aspek perekonomian, aspek sosial dan berbagai aspek lainnya,” ujar Aan.

Seorang Mitra BKKBN saat melakukan kegiatan monitoring program Banggakencana di Kabupaten Pandeglang.*

Dalam mencegah penyebaran Covid-19, berbagai upaya yang dapat dilakukan melalui 8 fungsi keluarga di antaranya:

Pertama, sebagai makhluk yang beriman agar tidak panik dalam menghadapi musibah, selanjutnya dengan kesalehannya bisa melaksanakan amalan untuk menjaga kesehatan, kebersihan dan saling membantu.

Kedua, sebagai makhluk sosial dan budaya, berinteraksi, dan beradaptasi dengan sesama, peduli dan cinta tanah air dengan bergotong-royong menjalankan arahan dan petunjuk pemerintah.

Ketiga, sebagai wadah bersemainya kehidupan penuh cinta kasih lahir dan bathin, keluarga harus berempati, menolong dan ikut bertanggung jawab untuk tidak menjadi perantara virus dan penyakit.

Keempat, keluarga sebagai tempat perlindungan bagi seluruh keluarga harus membangun rasa aman dan nyaman serta tedindungi dari paparan virus penyakit. Sikap tanggap terhadap ancaman dengan mengurangi aktivitas di keramaian dan jaga jarak dari orang yang sedang batuk atau flu.

Mitra BKKBN Banten menyerahkan bantuan Alat Pelindung Diri (APD) kepada petugas kesehatan.*

Kelima, keluarga sebagai kesinambungan generasi harus terjaga dari ancaman yang menurunkan kualitas kesehatan. Khusus kepada anak balita, ibu hamil dan lanjut usia agar menjaga kesehatan, meningkatkan imunitas dengan mengurangi aktifitas di luar rumah.

Keenam, setiap keluarga agar membangun percaya diri, melalui interaksi keterdidikan, menyampaikan nilai, norma dan cara berkomunikasi yang sehat dan memastikan tiap anggota keluarga menjalankan etika dalam kehidupan sosial, termasuk etika batuk dengan menutup mulut atau menggunakan masker. Dan menjaga diri dengan selalu bersih, terutama tangan dengan cuci tangan menggunakan sabun.

Ketujuh, tanamkan pola hidup yang hemat. Menjaga dan memelihara kesehatan adalah manusia yang tahu betapa mahalnya biaya berobat dan betapa susahnya kehilangan hari kerja dan hilangnya kebahagiaan.

Kedelapan, peduli pada kebersihan dan kelestarian lingkungan serta bersama masyarakat sekitar membangun semangat gotong royong agar terhindar dari paparan penyakit dan virus. (KO)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here