Monitoring Jam Operasi Tempat Hiburan Malam, Satpol PP Cilegon Dituding Tebang Pilih

CILEGON, (KB).- Kegiatan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Cilegon dalam melakukan monitoring jam operasi tempat hiburan malam pada Sabtu (28/10/2017) dini hari, menuai protes dari salah seorang pengelola tempat hiburan. Organisasi perangkat daerah (OPD) yang memiliki fungsi sebagai penegak perda tersebut, disebut tebang pilih dalam melaksanakan monitoring.

Protes keras tersebut dilayangkan Terry, pengelola Kafe Amigos di Kawasan Bonakarta. Ia mengatakan, jika petugas Satpol PP tidak tegas dalam melaksanakan aturan jam operasional tempat hiburan malam. “Bapak jangan tebang pilih, kami siap tutup jika tempat hiburan malam lain juga tutup. Itu LM (Lounge Modern) Club tetap buka room-nya, padahal sudah dirazia. Silakan kami sama-sama cek lagi, saya yakin buka,” katanya kepada petugas Satpol PP.

Ia menuding petugas Satpol PP berlaku tidak adil dalam menegakkan Perda Nomor 2 Tahun 2003 tentang Penyelenggaraan Tempat Hiburan. Ia lagi-lagi menyebutkan, jika LM Club harus diperlakukan sama. “Periksa lagi room-room karaokenya, pasti masih buka,” ujarnya. Aksi dia memicu emosi Kasi Penegakan Perundang-undangan Satpol PP Cilegon, Chairul Hassan. Sempat terjadi adu mulut antara Terry dan Chairul menyoal LM Club yang masih buka, meskipun melewati ketentuan jam operasional tempat hiburan malam. “Anda bisa buktikan LM masih buka? Ayo kami buktikan sama-sama,” ucap Chairul.

Debat kusir antara Terry dan Chairul menjadi tontonan massa saat itu. Sejumlah petugas dan pihak pengelola Kafe Amigos kemudian melerai keduanya, petugas Satpol PP Cilegon juga melanjutkan monitoring ke sejumlah tempat hiburan malam lain di Kota Cilegon. Saat itu, petugas Satpol PP Cilegon tidak beroperasi sendirian. OPD tersebut dibantu sejumlah petugas dari Kodim 0623 Cilegon dan Polres Cilegon.

Kepala Dinas Satpol PP Kota Cilegon, Juhadi M Syukur menuturkan, kegiatan monitoring saat itu merupakan keempat kali selama Oktober. “Hasil monitoring akan kami laporkan ke pimpinan, dalam rangka evaluasi,” tuturnya.  Ia membenarkan banyak tempat-tempat hiburan malam di Kota Cilegon yang tidak mematuhi Perda Penyelenggaraan Tempat Hiburan. “Saya akui kalau tempat hiburan malam banyak yang bandel. Makanya, kami terus melakukan monitoring, agar tempat hiburan malam mematuhi aturan yang ada, yakni tutup pukul 00:00 WIB,” katanya. (AH)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here