Senin, 23 Juli 2018
Moh. Basri, Kepala Satpol PP Provinsi Banten.*

Moh. Basri: Relokasi PKL Banten Lama Sudah Dikoordinasikan

SERANG, (KB).- Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Banten menjawab tudingan mengenai relokasi pedagang Banten Lama tanpa koordinasi yang disampaikan Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian dan Koperasi (Disperdaginkop dan IKM) Kota Serang Akhmad Benbela.

Menurut Kepala Satpol PP Provinsi Banten, Moh. Basri, proses relokasi pedagang Banten Lama sudah melalui tahap koordinasi dengan berbagai stakeholder. Hal tersebut disampaikan Basri melalui surat berkop Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian Provinsi Banten perihal hak koreksi pemberitaan, yang diterima redaksi Harian Umum Kabar Banten, Jumat (13/7/2018).

Surat yang ditandatangani Kabid Aplikasi Informatika dan Komunikasi Publik Amal Herawan tersebut menanggapi berita berjudul “Relokasi PKL Banten Lama tanpa Koordinasi” yang terbit pada edisi Senin 9 Juli 2018 di halaman 1. Moh. Basri mengungkapkan, pada 7 Maret 2018 Satpol PP Provinsi Banten melaksanakan rapat koordinasi terkait Revitalisasi Banten Lama. “Dinas Indagkop dan IKM Kota Serang termasuk instansi yang diundang,” kata Basri.

Selanjutnya, pada 19 Mei 2018 Pelaksana tugas (Plt) Kepala Seksi Operasional dan Pengendalian Satpol PP Provinsi Banten bertemu dan berkoordinasi dengan Kabid Perdagangan Indagkop dan IKM Kota Serang Jhoni Manahan.

“Dan menyampaikan ihwal revitalisasi Banten Lama yang berdampak pada relokasi pedagang kaki lima di kawasan Banten Lama. Dalam pertemuan tersebut, Bapak Jhoni Manahan menyampaikan rencana kegiatan yang dilaksanakan di Banten Lama oleh Indagkop dan IKM Kota Serang pada Bulan Juni 2018 dan akan menginformasikan kegiatan tersebut ke Satpol PP Provinsi. Namun sampai saat ini informasi tersebut tidak tersampaikan,” ucapnya.

Basri juga membantah pernyataan Benbela yang mengatakan bahwa relokasi tersebut dilakukan secara sepihak yang tentu berdampak kepada para pedagang. “Satpol PP mengklarifikasi bahwa dalam pelaksanaan tugas terkait revitalisasi Banten Lama telah dan selalu melakukan koordinasi dengan berbagai macam pihak,” tuturnya.

Pihak yang dimaksud antara lain TNI, Polri, Dinas Perkim Banten, Dinas PUPR Banten, Satpol PP Kota Serang, Dinas Indag Banten, Muspika Kecamatan Kasemen, Lurah Kasunyatan, Ketua RT, Kenadziran, dan tokoh masyarakat. Selain itu, kata Basri, Dinas Indag juga diundang pada rapat persiapan pelaksanaan pemasangan pagar kerja di kawasan Banten Lama dari Dinas Perkim pada 24 April 2018. “Ketika diberikan kesempatan untuk menyampaikan rencana Indag Kota Serang, yang bersangkutan hanya mengatakan akan menyampaikan pada pimpinan,” ujar Basri.

Basri juga menilai pernyataan Benbela yang mengaku belum mendapat informasi mengenai relokasi pedagang Banten Lama, tidak tepat. “Pernyataan “belum ada informasi terkait relokasi itu, saya juga baru tau malah” merupakan pernyataan yang tidak tepat untuk disampaikan, mengingat relokasi PKL merupakan kewenangan Indagkop sepenuhnya. Satpol PP Provinsi dan Kota Serang bertugas untuk melakukan penertiban PKL yang tidak mau direlokasi,” tuturnya. (RI)*


Sekilas Info

Sungai Ciujung dan Cidurian Kembali Menghitam, Warga Ancam Demo

SERANG, (KB).- Dua aliran sungai besar di wilayah Serang utara yakni Sungai Ciujung dan Cidurian yang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *