Jumat, 14 Desember 2018

Mobil Dinas “Disulap” Jadi Pelat Hitam

CILEGON, (KB).- Mobil dinas (mobdin) pejabat Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon, mendapat sorotan sejumlah kalangan. Sebab, mobil berpelat merah itu banyak yang telah “disulap” menggunakan spotlight menjadi pelat hitam. “Saya lihat banyak (mobil) pelat-pelat merah yang dihitamkan pakai spotlight. Saya yakin itu mobil dinas Pemkot Cilegon, karena huruf terakhirnya pada pelat nomor kendaraan tersebut. Itu kan tidak etis namanya, juga menimbulkan asumsi jika mobil dinas itu sedang digunakan untuk hal tidak benar,” kata Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Hasbudin.

Menurut dia, Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) bukan hal yang bisa dianggap main-main. Sebab, setiap pelat dengan ciri warna tertentu berkaitan dengan jenis-jenis pajak kendaraan. “Kenapa warna pelat berbeda, itu karena ada nilai pajak. Pelat hitam berarti yang bayar individu, kalau pelat merah negara yang bayar pajaknya. Anggaran negara itu dari siapa, ya dari pembayaran pajak masyarakat,” katanya.

Ia memprotes perilaku para pengguna kendaraan dinas di lingkungan Pemkot Cilegon yang memasang spotlight. Hasbudin meminta agar unsur pimpinan di masing-masing OPD untuk lebih mengawasi hal tersebut. “Kenapa sih harus pakai spotlight, jangan-jangan biar bisa dipakai untuk urusan pribadi. Itu kan mobil dinas, peruntukannya sebagai alat akomodasi kegiatan kedinasan. Ini miris, saya minta para kepala dinas awasi anak buahnya, jangan kayak gitu dong,” tuturnya.

Kasatlantas Polres Cilegon AKP Fikri Ardiansyah pun angkat bicara terkait hal itu. Ia mengatakan, perilaku pejabat tersebut melanggar aturan. “Pelat merah itu warnanya tidak boleh disamarkan. Jika ada razia, mobil seperti itu pasti kami jaring untuk diberi sanksi,” ujarnya.

Ia menuturkan, pada dasarnya ada kewenangan pejabat tertentu menggunakan pelat hitam saat melakukan kegiatan kedinasan. Artinya, pejabat tersebut memiliki dua TNKB, namun tidak sembarang pejabat diperbolehkan memiliki dua pelat nomor. “Itu namanya nomor rahasia, hanya pejabat tertentu yang diperbolehkan memiliki dua TNKB. Izinnya pun ke Ditlantas Polda Banten, jadi tidak sembarangan,” ucapnya.

Pada bagian lain, Asda III Setda Pemkot Cilegon Dana Sujaksani mengimbau agar para pengguna kendaraan dinas tidak menyamarkan warna pelat merah. Terkait sanksi, ia menyerahkan hal tersebut kepada pihak kepolisian. “Normatifnya, jika memang memiliki izin dua TNKB kan tidak apa-apa. Tapi kalau memang ada yang menyamarkan pakai spotlight, silakan polisi memberikan sanksi sesuai kewenangannya,” ucap Dana.(AH)***


Sekilas Info

Jadi Pelataran Parkir Dermaga Eksekutif Pelabuhan Merak, Lahan TTM Disewa Rp 3 Miliar

CILEGON, (KB).- Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon menyewakan lahan seluas 2,5 hektare di belakang Terminal Terpadu …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *