Misteri Hilangnya Ikan Lubang di Curug Cibanung

KEBERADAAN belasan atau mungkin puluhan air terjun (curug) yang tersebar di
sebagian besar wilayah kecamatan di Kabupaten Lebak, salah satunya Curug Cibanung, nampaknya telah mengundang rasa penasaran sebagian orang, terututama para petualang yang menyukai tantangan yang memacu adrenalin.

Informasi yang beredar dari mulut kemulut diantara para petualang yang
tergabung dalam berbagai komunitas itulah yang kemudian mengundang rasa
kaingin tahuan komunitas lain untuk membuktikan kebenaran cerita
rekan-rekannya.

Rasa penasaran itu pulalah yang mendorong komunitas Jalan Satapak
Adventura, dibawah sang komandan Desi Rahmawati, tanpa kenal Lelah
mendatangi satu demi satu objek wisata  curug yang berada di berbagai
pelosok desa.

Berbeda dengan petualang lain yang hanya berbagi cerita secara lisan, atau
berbagi foto keindahan wisata curug, Desi dan rekan-rekannya, selain
menyimpan rangkaian  foto-foto indah serta film pendek tentang perjalanan
dan destinasi wisata, dia juga rajin menuliskan pengalamnnya bertualang
dari satu curug ke curug lainnya.

Berbeda dengan pengalamannya di sejumlah curug yang telah dikunjungi, pada
kunjungan ke curug kali ini Desi dan rekan-rekannya dihinggapi rasa
penasaran tentang misteri menghilangnya ikan lubang yang konon sebelumnya
memenuhi saluran air yang bersumber dari curug itu.

Dalam peristilahan bahasa sunda Lubang, adalah sejenis ikan yang hidup di
sungai-sungai, Jenis ikan yang dalam Bahasa Indonesia dengan sebutan ikan
Sidat itu   memiliki bentuk fisik yang memanjang dan sangat licin seperti
belut, dan memiliki rasa yang lebih gurih dibandingkan dengan belut malah
rasanya cenderung mendekati rasa ikan lele.

Sayangnya, saat Desi dan rekan-rekan Jalan Satapak Adventur berkunjung ke
Curug Cibanung itu, ikan yang diperkirakan memiliki harga jual cukup tinggi
itu  sudah mengilang dari curug tanpa ada yang bisa menjelaskan
penyebabnya.

Berikut adalah tulisan Desi saat mengunjungi Curug Cibanung yang kami muat
secara utuh untuk pembaca setia Harian Umum Kabar Banten.

Pagi itu cuaca sangat cerah dan sangat tepat  untuk melakukan perjalanan
petualangan berburu curug.  Pagi itu. Saya dan rekan-rekan dari Jalan
Satapak Adventure sudah bersiap untuk melakukan perjalanan berburu curug.

Jika mingu sebelumnya, kami asik bermain ke sejumlah destinasi wisata  di
wilayah Lebak bagian selatan, pagi itu wilayah Lebak utara yang akan
menjadi tujuan perburuan wisata curug  rekan-rekan  Jalan Satapak Adventure

Siapa bilang di wilayah Kecamatan Lebakgedong hanya ada curug Cihear. Di
Lebakgedong yang merupakan pemekaran Kecamatan Cipanas itu terdapat curug
lain yang b oleh masyarakat diberi nama curug Cibanung.  Mungkin curug ini
tak setenar Curug Cihear. Tapi jangan salah,  curug ini juga punya daya
tarik tersendiri khususnya bagi para penggemar wisata curug.

Curug Cibanung  yang berada di kecamatan Lebakgedong itu dapat ditempuh
dengan kendaraan roda dua dan roda empat selama kurang lebih dua jam
perjalanan dari kota Rangkasbitung. Untuk mencapai lokasi cuurug,
perjalanan harus  dilanjutkan dengan ber jalan kaki sekitar  20 menit
dengan melewati pesawahan serta aliran  air yang bersumber  dari Curug
Cibanung.

Menurut cerita warga setempat, Curug Cibanung itu dulunya tempat orang
bertapa dan  konon di curug itu terdapat  banyak ikan lubang. Namun saat
kami berada di curug itu, kami sama sekali tak melihat keberadaan satu
ekorpun ikan lubang itu.  Saat  bertanya kepada salah satu penduduk sekitar
perihal ikan lubang, dia mengaku tidak mengetahui  penyebab menghilangnya
ikan lubang secara tiba-tiba tanpa ada yang tersisa seekorpun.

Curug Cibanung  yang berada berada di Kampung Kosala, Desa/Kecamatan
Lebakgedong itu belum begitu dikenal oleh masyarakat luar  karena kurangnya
informasi mengenai keberadaan curug ini.

Tiba di Curug Cibanung teman-teman dari Jalan Satapak Adventure langsung
asik dengan kegiatan masing-masing. Ada yang langsung berenang, ada yang
malah asik manjat pohon jambu dan ada yang langsung membuka perbekalan yang
di bawanya.

Air Curug yang masih perawan ini sangat jernih dan dingin membuat rasa
penasaran rekan-rekan untuk bermain air dan berbasah-basahan untuk
merasakan sensasi kesegaran air Curug Cibanung.

“Semoga saja kedepannya warga sekitar bisame ngelola Curug Cbanung ini
dengan baik dengan tetap mengedepankan kearifan lokal, hingga kelak Curug
Cibanung bisa menjadi salah tempat tujuan wisata yang tidak kalah dengan
wisata ditempat lainnya.” kata Desi Rahmawati. (Tono Soemarsono)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here