Minta Bantuan Lahan untuk Pasar Baros, Bupati Serang Surati Gubernur Banten

Kondisi Pasar Baros pasca-Kebakaran.*

SERANG, (KB).- Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah telah menyurati Gubernur Banten Wahidin Halim untuk meminta bantuan pengadaan lahan revitalisasi Pasar Baros. Hal tersebut dikarenakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang memiliki keterbatasan anggaran, sementara revitalisasi sudah mendesak.

“Kami kirim surat ke gubernur untuk dibantu lahan dan fisik dari pemda. Mudah-mudahan kami dapat bantuan provinsi dan apalagi ini jalan nasional. Wajah ujung Kabupaten Serang menuju Pandeglang jelek sekali dengan mereka (pedagang Pasar Baros) mundur dan dikasih space parkir diharapkan rapi tidak ganggu lalu lintas,” katanya kepada Kabar Banten saat ditemui seusai memberikan santunan kepada para pedagang korban kebakaran Pasar Baros di Halaman Kantor Kecamatan Baros, Senin (9/12/2019).

Menurut dia, forum pedagang pasar tersebut, kini berharap, Pasar Baros direvitalisasi. “Forum (Forum Komunikasi Pedagang Pasar Baros) mereka ingin direvitalisasi pasarnya, karena sudah enggak layak,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sebenarnya sejak dirinya menjabat sebagai wakil bupati, Pasar Baros sempat mendapat bantuan dari kementerian. Namun, karena pedagang tidak mau dipindahkan ke tempat lain, akhirnya revitalisasi batal.

Namun kini, ucap dia, harga tanah di belakang pasar sudah melambung tinggi, sehingga pemkab keberatan jika harus membeli lahan dan membangun fisik pasar. Oleh karena itu, dia kemudian mengirim surat ke Gubernur Banten, meminta bantuan anggaran untuk pembebasan lahan.

Baca Juga : Untuk Pedagang Pasar Baros, Pemkab Serang Belum Bisa Siapkan Lahan Relokasi

Untuk saat ini, tutur dia, pihaknya belum mengetahui respons dari Provinsi Banten. Sebab, dia masih menunggu jadwal audiensi dengan Gubernur Banten Wahidin Halim. “Audiensi terkait berbagai hal yang kami ajukan, saya masih tunggu waktu,” katanya.

Ia menjelaskan, jika kemudian provinsi sudah ada lahan, maka pemkab akan menganggarkan untuk fisik pada 2020. Akan tetapi, karena sampai tutupnya pembahasan anggaran 2020 belum juga ada jawaban dari provinsi, maka pihaknya tidak berani untuk menganggarkan fisik.

“Nanti dibangun di mana. Ini disayangkan. Mudah-mudahan kalau provinsi ada sinyal (pengadaan lahan) di perubahan 2020 kami bisa slot bangunan pada 2020 akhir. Belum (besaran anggaran), karena tunggu DED (detail engineering design) dulu. DED nanti kami bisa dibuat, DED misal oleh Perkim tanpa lelang, karena sederhana bangunannya,” ujarnya.

Ia menuturkan, lahan yang ada di belakang pasar lama luasnya 1,3 hektare. Kemudian, pemkab masih punya lahan seluas 6.000 meter persegi dan bersertifikat pemkab.

“Jadi, berharap lebih dari cukup. Untuk pemilihan lahan ada kriteria dari kementerian misal dari pencahayaan, sirkulasi udara, keamanan, jika kebakaran harus ke mana, jadi Diskoperindag biasanya asistensi kalau buat ini, nanti diperiksa detail,” ucapnya.

Pada kesempatan tersebut, dia memberikan bantuan dana sebagai bentuk tali kasih kepada korban kebakaran Pasar Baros. Dana tersebut berasal dari dana tidak terduga (TT) yang nilainya mencapai Rp 549 juta. Rinciannya kios 179 masing-masing mendapat Rp 2,5 juta, 32 los Rp 2 juta, dan 50 PKL Rp 750.000.

“Anggaran ini dari dana TT, dana TT kami ada di bawah Rp 1 miliar dan hampir semua dikasih ke sini. Kami sisakan sedikit khawatir ada bencana di akhir tahun,” tuturnya.

Sementara, Ketua Forum Komunikasi Pedagang Pasar Baros (FKPPB) Yaya Bambang meminta, agar pemkab segera merelokasi pedagang. Namun, pedagang meminta, agar lahan relokasi tidak jauh atau hanya di belakang pasar lama.

“Enggak relokasi harga mati ke belakang tidak mau dipindah ke tempat lain. Bangunan serahkan ke pemda yang atur fisiknya. Jumlah pedagang 330 sama PKL,” katanya.

Ia berterima kasih dengan adanya bantuan dana dari Pemkab Serang. Ia tak mempermasalahkan besaran dana yang diberikan tersebut.

“Kan dananya segitu ya kami terima saja. Semua pedagang yang kebakaran dapat terakomodir kalau yang tidak (kebakaran) enggak (dapat),” ujarnya. (DN)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here