Minimarket Langgar Jam Operasional

CILEGON, (KB).- Sejumlah minimarket di Kota Cilegon dilaporkan telah melanggar peraturan jam operasional yang telah ditentukan Peraturan Wali Kota (Perwal). Oleh sebab itu, Dinas Perindustiran dan Perdagangan (Disperindag) Kota Cilegon segera memberikan surat peringatan kepada para pengelola ritel tersebut.

Sekretaris Disperindag Kota Cilegon Bayu Panatagama ketika ditemui di kantor, Jumat (3/4/2020) mengatakan, pihaknya mendapat laporan dari warga terkait adanya sejumlah minimarket yang tidak mematuhi peraturan pemerintah tentang pembatasan jam oprasional.

”Berdasarkan pantauan dan laporan dari warga, masih banyak minimarket yang tidak mengikuti instruksi wali kota. Oleh sebab itu, kami akan memberikan surat peringatan,” katanya.

Seperti diketahui, Wali Kota Cilegon Edi Ariadi telah mengintruksikan pembatasan jam operasional tempat perbelanjaan terkait pencegahan penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19). Pembatasan jam operasional tersebut, tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor 500/333/Disperindag tentang Tindak Lanjut Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19) di Pusat Perdagangan Kota Cilegon tertanggal 30 Maret 2020.

“Dengan memperhatikan perkembangan kasus penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19) dan menindaklanjuti Instruksi Wali Kota Cilegon Nomor 2 Tahun 2020 tentang Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19). Kami menginstruksikan kepada pedagang Pasar Kranggot yang merupakan pasar rakyat, agar aktivitas/kegiatan perdagangan di pasar rakyat dapat dilaksanakan pukul 00.00 WIB sampai dengan pukul 14.00 WIB dan pengelola toko modern atau swalayan, yang pembatasan dimulai dari pukul 10.00 WIB hingga pukul 20.00 WIB”.

Sehubungan SE Wali Kota tersebut, tutur dia, Disperindag Kota Cilegon terus melakukan pantauan terhadap sejumlah pedagang pasar dan mal serta minimarket. Bahkan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk melakukan pengawasan.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Satpol PP Kota Cilegon Sukroni menuturkan, sampai saat ini pihaknya masih menunggu laporan dan permohonan resmi dari Disperindag Kota Cilegon untuk melakukan penertiban. Sebab, menurut dia, sejak diterbitkanya SE Wali Kota sampai sekarang belum ada laporan yang bisa ditindaklanjuti. (HS)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here