Minimalisir Penyebaran Covid-19, Penyaluran Program Sembako di Lebak “Jemput Bola”

Petugas Pendamping Sosial Program Sembako, Ahad (22/3/2020), mendatangi rumah KPM Program Sembako di Kampung Kandang Manjangan RT 05/03 Desa Sukajaya, Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak untuk menyalurkan bantuan program sembako. Untuk meminimalisir penyebaran covid-19, penyaluran program sembako mengunakan sistem “jemput bola”.*

LEBAK, (KB).- Penyaluran program sembako kepada keluarga penerima manfaat (KPM) di Kabupaten Lebak menggunakan sistem “jemput bola”.  Dalam sistem tersebut, Dinas Sosial, Koordinator Daerah Program Sembako bersama dengan Babinsa, Babinkantibmas dan Himbara mendatangi langsung KPM untuk mencairkan bantuan program sembako.

“Ini ide kreatif yang dilakukan pemda bersama Korda, Himbara dan Babinsa. Mereka mendatangi satu persatu KPM dan membawa sembako sesuai nama dan alamat KPM,” ujar Menteri Sosial Juliari P Batubara, dalam rilis Kementerian Sosial (Kemensos) yang diterima Kabar Banten, Ahad (22/3/2020).

Mensos mengapresiasi sistem “jemput bola” yang dilakukan pemerintah daerah dalam pencairan program sembako. “Ini patut diapresiasi. Sistem ini untuk meminimalisir penyebaran Covid-19 karena tidak ada kumpul-kumpul di tengah mewabahnya Covid-19,” ujar Mensos.

Mensos mengatakan, petugas dilengkapi dengan masker dan pelindung diri agar tidak terkena virus corona.  “Mereka juga harus melindungi diri agar tidak terpapar virus corona atau covid-19,” ujar Juliari.

Selain di Kabupaten Lebak, kata Mensos, sejumlah daerah yang telah melakukan sistem “jemput bola” di antaranya Kabupaten Alor,  Kabupaten Pulang Pisau, Kota Denpasar dan Sumba Barat.

Koordinator Daerah Program Sembako Kabupaten Lebak, Imam Nurhakim mengaku melakukan penerapan sistem ”jemput bola” juga dibarengin dengan sistem bergilir dalam pencairan program sembako kepada KPM melalui e-Warong.

“Program Sembako yang diberikan kepada KPM berupa Beras 11 kilogram (kg), Kacang Hijau 1/2 kg, Kentang 1 kg, dan Ayam 1 ekor ukuran 2 kg. Sistem ini memudahkan KPM dan kita bisa meminimalisir penyebaran covid-19,” kata Imam.

Sementara itu, KPM desa Sajiramekar, Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak, Sukmariah mengaku senang karena dapat leluasa belanja keperluan sehari-hari di e-Warong tanpa harus khawatir penyebaran virus corona. 

“Saya senang karena tidak khawatir dengan penyakit yang saat ini menyebar (covid 19). Saya bisa leluasa belanja sesuai kebutuhan,” kata Sukmariah.

Diketahui, pemerintah memutuskan untuk menambah indeks bantuan sembako dari Rp150.000 menjadi Rp200.000 setiap bulan kepada KPM selama 6 bulan kedepan sebagai bentuk perlindungan karena adanya covid-19. (DA/KO)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here